Search

10 July 2013

Perkembangan Kerajaan Hindu-Budha


Masuknya ajaran Hindu-Budha ke tanah air selain berpengaruh dalam pola kehidupan masyarakat Indonesia, juga sangat berpengaruh dalam tata pemerintahan ketika itu. Pengaruh kerajaan-kerajaan di India yang menerapkan sistem keturunan dalam pergantian raja, mulai diterapkan di kerajaan-kerajaan tanah air yang sudah dipengaruhi ajaran Hindu ataupun Budha. Beberapa kerajaan Hindu dan Budha yang pernah berdiri di Indonesia adalah : 
1.   Kerajaan Kutai
Kutai merupakan kerajaan tertua yang pernah tercatat dalam sejarah Indonesia. Berdasarkan sumber-sumber sejarah yang ditemukan, Kerajaan Kutai berkembang di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai berdiri sekitar abad 4 M. Sumber sejarah Kutai adalah prasasti yang berbentuk Yupa atau tugu batu bertulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti tersebut menjelaskan: Silsilah Raja Mulawarman; Kemuliaan Raja Mulawarman; dan hadiah Mulawaman pada para Brahmana. Raja pertama kerajaan Kutai adalah Kudungga, yang memiliki putra yang bernama Asmawarman. Dan Asmawarman memiliki putra yang bernama Mulawarman. Keluarga Kudungga pernah melakukan upacara Vratyastoma, yaitu upacara Hindu untuk penyucian diri sebagai syarat masuk pada kasta ksatria.
Raja yang termasyhur adalah Raja Mulawarman. Ia adalah penganut agama Hindu Syiwa. Tempat sucinya dinamakan Waprakeswara. Mulawarman pernah mengadakan kurban emas dan 20.000 ekor lembu untuk Brahmana.
2.   Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara berkembang di tepi Sungai Citarum, sekitar kota Bogor, Jawa Barat sekitar abad 5 M. Kerajaan Tarumanegara mengalami kejayaan pada masa Raja Purnawarman. Adapun sumber sejarah Tarumanegara diperoleh dari prasasti dan berita Cina, yaitu sebagai berikut:
-     Prasasti Tugu, ditemukan di Desa Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Menjelaskan perintah penggalian Sungai Gomati sepanjang 6122 tumbak atau ± 12 km.
-     Prasasti Lebak, ditemukan di daerah Lebak, Banten Selatan. Isinya tentang tanda keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulia Purnawarman yang menjadi panji sekalian raja.
-     Prasasti Kebon Kopi, ditemukan di Bogor, bergambar dua tapak kaki gajah dan tulisan yang berbunyi “Inilah dua telapak kaki gajah yang seperti Airawata gajah penguasa Negeri Taruma yang gagah perkasa”.
-     Prasasti Ciaruteun, ditemukan di Bogor, bergambar dua telapak kaki manusia dan tulisan yang berbunyi “Inilah dua bekas telapak kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu ialah kaki yang mulia penguasa Negeri Taruma”.
-     Prasasti Jambu dan Prasasti Pasir Awi, ditemukan di Bogor.
Dari berita Cina yang ditulis oleh Fa-Hien seorang pendeta Budha dari Cina. Pada tahun 414 M terdapat kerajan yang bernama Tolomo. Dalam perjalanan menuju India, ia singgah di Yepoti (Jawa). Di Tolomo, raja memiliki kekuasaan yang besar dan dianggap sebagai keturunan dewa. Yang dimaksud Tolomo adalah Kerajaan Tarumanegara.
3.   Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah tepatnya di daerah Kedu sampai sekitar Prambanan. Kerajaan ini dipimpin oleh beberapa dinasti, yaitu:
a.   Dinasti Sanjaya
Kerajaan Mataram Dinasti Sanjaya terletak di Jawa Tengah yang berkuasa pada tahun 732 M. Dinasti Sanjaya beragama Hindu dan berkuasa di Jawa Tengah bagian utara. Kejayaan Dinasti Sanjaya pada masa pemerintahan Raja Balitung yang menguasai Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sumber sejarahnya antara lain:
a.   Prasasti Canggal (732M); Isinya menerangkan bahwa Raja Sanjaya mendirikan sebuah Lingga di Bukit Kunjarakunja.
b.   Prasasti Balitung (907 M); Isinya memuat silsilah Dinasti Sanjaya.
Nama raja-raja yang pernah memerintah diantaranya: Sanjaya; Panangkaran; Panunggalan; Warak; Garung; Pikatan; Kayuwangi; Watuhumalang; Balitung; Daksa; Tulodhong; dan Wawa. Peninggalan Dinasti Sanjaya meliputi; Candi Prambanan; Candi Gedong Songo; Kompleks Candi Dieng; Candi Pringapus; dan Candi Selogiri.
b.   Dinasti Syailendra
Kerajaan Mataran Dinasti Syailendra letaknya di Jawa Tengah bagian selatan mulai berkuasa pada tahun 778 M. Sumber sejarah:
a.   Prasasti Kalasan (778 M); Isinya menerangkan bahwa Raja Panangkaran telah membangun sebuah bangunan suci untuk Dewi Tara.
b.   Prasasti Kelurak (782 M); Isinya tentang pembuatan arca Manjusri yang terletak di sebelah utara Prambanan.
c.   Prasasti Karangtengah (824 M). Memuat tulisan yang menerangkan bahwa Raja Samaratungga mendirikan bangunan suci di Wenuwana. Para ahli menyebutkan sebagai Candi Ngawen.
Pada akhir abad ke-8, Dinasti Syailendra mulai terdesak oleh Dinasti Sanjaya di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan. Raja-raja dari Dinasti Syailendra adalah sebagai berikut: Raja Banu; Raja Wisnu; Raja Indra; Raja Samaratungga; Raja Pramodhawardani.
Puncak kejayaan Dinasti Syailendra dicapai pada masa pemerintahan Raja Indra. Sedangkan kemunduran Dinasti Syailendra mulai terjadi pada masa pemerintahan Samaratungga.
Adapun peninggalan Dinasti Syailendra, antara lain Candi Borobudur, Candi Kalasan dan Candi Pawon, Candi Sari, Candi Sewu, Candi Ngawen.
c.   Dinasti Isyana
Dinasti Isyana berkuasa pada tahun 918 M, dinasti ini didirikan oleh Mpu Sendok dan menjadi raja Medang yang pertama (Prasasti Anjuk Ladang tahun 937 M). Dinasti ini merupakan keturunan Mpu Sendok sampai Airlangga (Prasasti Calcuta). Kerajaan ini berdiri di Jawa Timur dan sering disebut Kerajan Medang. Pada akhir pemerintahannya, Raja Airlangga membagi kerajaannya menjadi Jenggala (Singasari) dan Panjalu (Kediri). Namun, kerajaan yang bertahan adalah kerajaan Kediri. Raja Airlangga wafat pada tahun 1049. Sumber Sejarah diantaranya: Prasasti Limus; Prasasti Pucangan; Prasasti Gandha Kuti.
4.   Kerajaan Sriwijaya
Sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya adalah prasasti serta berita dari Cina. Prasasti-prasasti yang menjadi sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya antara lain: Prasasti Kedukan Bukit (682M); Prasasti Talang Tuo (684 M); Prasasti Telaga Batu; Prasasti Kota Kapur dan Karang Berahi (685 M); Prasasti Pallas Pasemah. Sedangkan prasasti yang ditemukan di luar negeri, antara lain Prasasti Nalanda (India) dan Prasasti Ligor (di tanah genting Kra).
Berita luar negeri yang dijadikan sumber informasi Kerajaan Sriwijaya, yaitu: Catatan I-Tsing yang menjelaskan bahwa di negeri Sriwijaya ada seribu orang pendeta yang belajar agama Budha, para pendeta Cina lainnya yang akan belajar agama Budha ke India dianjurkan untuk belajar terlebih dahulu di Sriwijaya selama satu sampai dua tahun. Para pendeta yang belajar agama Budha itu dibimbing oleh seorang guru yang bernama Sakyakirti.
Sriwijaya mencapai puncak kejayaan dimasa pemerintahan Balaputradewa. Ada pun faktor pendorong Kerajaan Sriwijaya tumbuh menjadi kerajaan maritim besar antara lain:
a.   Letaknya strategis di tepi jalur perdagangan nasional dan internasional.
b.   Sriwijaya memiliki armada laut yang kuat dan tangguh.
c.   Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam Selatan, memungkinkan Sriwijaya mengembangkan kekuasaan laut.
d.   Palembang terletak di Sungai Musi, sehingga baik sekali sebagai pusat perdagangan.
Adapun faktor penyebab kemunduran Kerajaan Sriwijaya antara lain:
a.   Faktor alam; kota Palembang makin jauh dari laut, sehingga kapal-kapal dagang yang datang makin berkurang.
b.   Faktor ekonomi; Oleh karena tidak banyak kapal singgah, maka pajak sebagai sumber pendapatan juga makin berkurang.
c.   Faktor politik; Sriwijaya tidak mampu lagi mengontrol daerah kekuasaannya, sehingga daerah di bawah kekuasaannya banyak yang berusaha melepaskan diri.
d.   Faktor militer; Sriwijaya menerima serangan dari luar. Serangan itu, antara lain datang dari Kerajaan Colamandalu (India) tahun 1023 M dan 1068 M. Pasukan Kertanegara (Singasari) yang tergabung dalam Ekspedisi Pamalayu juga pernah menduduki Sriwijaya. Akhirnya pada tahun 1377 M, Sriwijaya diduduki oleh Majapahit.
Adapun peninggalan kebudayaan Kerajaan Sriwijaya antara lain: Candi Muara Takus di Bangkinang, Tampar, Riau, dan Kelompok Candi Gunung Tua di Padang Sidempuan.
5.   Kerajaan Kediri
Untuk menghindari perebutan kekuasaan di antara putra-putranya, Raja Airlangga membagi daerah kekuasaannya menjadi dua, yaitu Jenggala diserahkan kepada Garasakan dengan ibukota di Kahuripan dan Panjalu (Kediri) diserahkan kepada Samarawijaya dengan ibu kota di Daha. Akan tetapi tetap saja terjadi perang di antara kedua saudara tersebut. Peperangan itu terjadi pada tahun (1044-1052) dan dimenangkan oleh Samarawijaya dari kerajaan Panjalu.
Raja-raja yang pernah memerintah Kediri, antara lain: Jayawarsa (1104 M); Kameswara (1115 – 1130 M); Jayabaya (1130 – 1160 M); Sarweswara (1160 – 1170 M); Aryeswara (1170 – 1180 M); Sri Gandra (1181 M); Sringga (1190 – 1200 M); dan Kertajaya (1200 – 1222 M).
Ada pun karya sastra yang diciptakan pada masa Kerajaan Kediri antara lain:
a.   Bharatayudha, karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, yang dikarang pada masa Jayabaya.
b.   Hariwangsa dan Gathotkacasraya karya Mpu Panuluh, yang dikarang pada masa Jayabaya.
c.   Smaradhahana karya Mpu Darmaja, yang dikarang pada masa Kameswara.
d.   Lubdhaka dan Wretasancaya karya Tan Akung, yang dikarang pada masa Kameswara.
Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaan ketika diperintah Jayabaya. Selain sebagai pemimpin yang tangguh, Jayabaya juga pintar meramal. Kerajaan Kediri mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Kertajaya karena serangan Ken Arok dari Tumapel (daerah kekuasaan Kediri) pada tahun 1222 dalam pertempuran di Ganter.
6.   Kerajaan Singasari
Sumber sejarah Kerajaan Singasari kitab Pararaton (yang menceritakan riwayat Ken Arok dan urutan raja-raja Singosari) dan kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca.
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok yang sekaligus pendiri Dinasti Rajasa dan Dinasti Girindra. Ken Arok merupakan cikal bakal raja-raja Singosari dan Majapahit. Setelah membunuh Tunggul Ametung pada tahun 1222, Ken Arok terlibat peperangan dengan Kertajaya dari Kediri. Dalam suatu pertempuran di Genter, Kertajaya berhasil dikalahkan Ken Arok. Atas prakarsa Ken Arok, Kediri dan Tumapel digabungkan menjadi Kerajaan Singasari. Ken Arok naik tahta dengan gelar Sri Rangga Rajasa Amurwabhumi dan mempersunting Ken Dedes (istri dari Tunggul Ametung). Ken Arok meninggal dibunuh oleh Anusapati (anak Ken Dedes dengan Tunggul Ametung). Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Singasari, antara lain: Ken Arok (1222 – 1227 M); Anusapati (1227 – 1248 M); Tohjaya (1248 M); Ranggawuni (1248 – 1268 M); Kertanegara (1268 – 1292 M). Singasari mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Kertanegara.
Politik dalam negeri Kertanegara antara lain:
a.   Menggeser pembantu-pembantunya yang dianggap menghalang-halangi cita-citanya, misalnya Patih Raganatha digantikan dengan Aragani.
b.   Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya, misalnya mengangkat Jayakatwang menjadi Raja Kediri.
c.   Memperkuat angkatan perang.
Politik luar negeri Kertanegara meliputi:
a.   Mengadakan Ekspedisi Pamalayu (1275 M) dan ekspedisi ke Bali (1248 M).
b.   Menguasai Jawa Barat pada tahun 1289 M.
c.   Menguasai Pahang dan Tanjungpura.
Beberapa faktor pendorong runtuhnya Singasari adalah sebagai berikut:
a.   Kertanegara terlalu memerhatikan urusan luar negeri, sehingga tidak menyadari bahaya yang datang dari dalam negeri.
b.   Singasari lemah karena banyak pasukan yang dikirim ke luar negeri.
c.   Kertanegara terlalu baik kepada musuh-musuhnya.
d.   Kekecewaan para pembantunya yang digeser.
e.   Serbuan Raja Jayakatwang (Kediri) pada tahun 1292 M.
Adapun peninggalan Kerajaan Singasari antara lain: Candi Kidal sebagai makam Anusapati di Malang; Candi Jawi di Prigen; Candi Singasari di Malang; Candi Jago sebagai makam Wisnu Wardhana; dan Patung Prajna Paramita sebagai patung perwujudan Ken Dedes.
7.   Kerajaan Majapahit
Sumber sejarah dari kerajaan Majapahit adalah prasasti (Prasasti Kudadu), kitab (Negarakertagama dan Pararaton) dan berita dari Cina (kitab Ying Yai Sheng Lan karangan Ma Huan dan catatan-catatan dalam tambo Dinasti Ming).
Setelah kerajaan Singasari runtuh akibat serangan Jayakatwang, Raden Wijaya menantu Kertanegara yang berhasil meloloskan diri dan pergi ke Madura dilindungi oleh Arya Wiraraja (Bupati Sumenep dari Madura). Beberapa tahun kemudian Raden Wijaya menyerang balik Jayakatwang dengan memanfaatkan tentara Mongol yang ingin menaklukkan Singasari. Raden Wijaya naik tahta dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M) setelah dapat mengalahkan Singasari dan Mongol. Raja yang berkuasa setelah Raden Wijaya diantaranya Jayanegara (1309-1328M); Tribhuwanatunggadewi (1328-1350M); Hayam Wuruk (1350-1389M); Wikrama Wardhana (1389-1429M).
Pada masa pemerintahan Jayanegara, Majapahit banyak dilanda pemberontakan yang dipimpin oleh: Ranggalawe (1309 M); Lembusora (1311 M); Juru Demung (1313 M); Mandana dan Wagal (1314 M); Nambi (1316 M); Lasem dan Semi (1318 M); Kuti (1319 M). Semua pemberontakan tersebut dapat dipadamkan oleh Gajah Mada. Pada tahun 1328 Jayanegara dibunuh oleh Tanca, tabib istananya. Dan Tanca sendiri dapat dibunuh oleh Gajah Mada.
Pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, meletus pemberontakan Sadeng dan Keta (1331 M). Berkat tindakan Gajah Mada, pemberontakan ini berhasil dipadamkan. Atas keberhasilannya ini, Gajah Mada kemudian diangkat sebagai mahapatih. Sebelum diangkat menjadi mahapatih, Gajah Mada mengucapkan sumpah yang dikenal dengan Sumpah Palapa (1333 M).
Puncak kejayaan Majapahit dicapai pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Majapahit dapat tampil sebagai kerajaan besar karena didorong oleh faktor-faktor sebagai berikut:
a.   Secara geografis letaknya baik, yaitu di tengah-tengah nusantara.
b.   Terletak di tepi Sungai brantas, sehingga mudah dilayari kapal-kapal.
c.   Tanahnya subur sehingga banyak menghasilkan barang/komoditas ekspor.
d.   Munculnya tokoh-tokoh negarawan, seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada.
Adapun faktor-faktor penyebab keruntuhan Majapahit adalah sebagai berikut:
a.   Sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, tidak ada lagi negarawan setangguh mereka.
b.   Perang saudara yang berkelanjutan (Perang Paregreg: perang saudara antara Bhre Wirabumi melawan Wikrama Wardhana) memperlemah Majapahit.
c.   Kemunduran ekonomi dan perdagangan.
d.   Pengaruh perkembangan agama Islam, terutama di daerah pesisir Jawa.
Hasil-hasil kebudayaan Majapahit, antara lain: Candi Panataran di Blitar; Candi Pari di Porong; Candi Tikus dekat Mojokerto; Candi Sumberjati; Candi Antahpura; Candi Rimbi.

03 July 2013

Sejarah dan Pengaruh Hindu-Budha di Indonesia


A.  Ajaran Hindu dan Budha
1.   Hindu
Agama Hindu pada merupakan sinkretisme (perpaduan) antara kepercayaan bangsa Dravida, yang merupakan penduduk asli India, dengan bangsa Arya, yang merupakan bangsa pendatang dari Asia Tengah yang berhasil menaklukkan bangsa Dravida sekitar tahun 1500 SM. Agama Hindu mempunyai konsep politheisme yaitu menyembah banyak dewa. Tiga dewa utama dari umat Hindu adalah dewa Brahma (dewa pencipta), dewa Wisnu (dewa pemelihara) dan dewa Syiwa (dewa perusak) yang ketiganya biasa disebut Tri Murti. Salah satu pokok dalam ajaran Hindu adalah konsep reinkarnasi atau dilahirkan kembali sebagai penebusan dosa karena masih banyaknya dosa dan kesalahan yang dilakukan di kehidupan sebelumnya. Jadi tujuan dari manusia hidup di dunia adalah moksha atau tidak dilahirkan kembali dan tinggal di nirwana yang penuh kenikmatan.
Agama Hindu berpedoman pada kitab suci Weda, Brahmana dan Upanisad.
a. Kitab Weda terdiri dari empat himpunan (Samhita).
1.   Regweda, berisi puji-pujian terhadap dewa.
2.   Samaweda,berisi nyanyian-nyanyian suci yang slokanya diambil dari Regweda.
3.   Yayurweda, berisi penjelasan tentang sloka-sloka yang diambil dari Regweda.
4.   Atharwaweda,berisi mantra-mantra yang digunakan untuk berbagai keperluan seperti (sihir, ilmu gaib, mengusir penyakit, menghancurkan musuh, mengikat cinta, serta memperoleh kedudukan dan kekuasaan).
b. Kitab Brahmana adalah kitab suci yang terdiri keterangan tentang upacara sesaji.
c. Kitab Upanisad adalah kitab suci yang berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Dalam agama Hindu masyarakat diklasifikasikan menjadi 4 kelas yang mempunyai hak dan peranan yang berbeda-beda, yaitu :
a.   Kasta Brahmana, terdiri atas para pendeta.
b.   Kasta Ksatria, terdiri atas para raja dan bangsawan.
c.   Kasta Waisya, terdiri atas para pedagang dan kaum buruh menengah.
d.   Kasta Sudra, terdiri atas para petani, buruh kecil dan budak.
Hari raya umat Hindu ialah Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, Nyepi, dan Siwaratri.
2.   Budha
Pada awalnya Budha merupakan salah satu aliran dalam agama Hindu yang disebut budhisme. Budhisme dimunculkan dan dikembangkan oleh Sidharta Gautama sebagai protes atas ketidakadilan sistem kasta dalam masyarakat Hindu, dimana kasta rendahan mengalami ketidakadilan. Sidharta sebenarnya masuk dalam kasta ksatria karena merupakan putra dari Raja Sudhodana dari kerajaan Kapilawastu. Tetapi kemudian dia meninggalkan semua kemewahan istana dan menjadi pertapa setelah dia melihat kehidupan di luar istana yang sangat memprihatinkan. Dalam pertapaannya dia memperoleh bodhi dan disebut Sang Budha (yang disinari).
Umat Budha mempunyai kitab suci yang disebut Tripitaka yang berarti tiga keranjang. Isi dari kitab Tripitaka adalah :     
a.   Winayapitaka, berisi tentang peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluk agama Budha.
b.   Sutrantapitaka, berisi wejangan sang Budha.
c.   Abdidharmapitaka, berisi keterangan dan penjelasan tentang agama Budha.
Umat Budha meyakini bahwa manusia hidup di dunia berada dalam kesengsaraan (samsara), oleh karena itu kesengsaraan dapat dihentikan dengan mengamalkan astavidha (delapan jalan) yaitu : Ajaran yang benar; Niat yang benar; Perkataan yang benar; Perbuatan yang benar; Penghidupan (mata pencaharian) yang benar; Usaha (daya upaya) yang benar; Perenungan yang benar; Samadi (bersemedi) yang benar.
 Dalam perjalanannya, ajaran Budha terpecah menjadi 2 aliran yaitu :
a.   Budha Hinayana (kendaraan kecil)
Aliran ini berpendapat bahwa setiap orang harus berusaha sendiri-sendiri untuk masuk nirwana tanpa pertolongan orang lain. Hal itu sesuai dengan ajaran Budha pada awalnya.
b.   Budha Mahayana (kendaraan besar)
Aliran ini berpendapat sebaiknya manusia berusaha bersama-sama dan saling membantu dalam mencapai nirwana.
Umat Budha merayakan hari raya Triwaisak yaitu peringatan kelahiran, turunnya Bodhi dan kematian Sang Budha.
B.  Proses Masuknya Hindu-Budha di Indonesia
Proses masuknya kebudayaan Hindu dan Budha berlangsung sangat panjang. Keterlibatan berbagai pihak sangatlah menentukan perkembangan kebudayaan ini. Mulai dari pedagang, tokoh agama bahkan hingga orang biasa.
Menurut Van Leur dan Wolters, hubungan dagang Indonesia dan India lebih dahulu berkembang daripada hubungan dagang yang dilakukan Indonesia dan Cina. Terlibatnya Indonesia dalam kegiatan perdagangan, berakibat terjadinya akulturasi kebudayaan, terutama dengan budaya India, yaitu agama Hindu dan Budha. Dari hubungan perdagangan tersebut, muncul beberapa teori mengenai proses masuknya budaya Hindu-Budha ke Indonesia.
a.   Teori Brahmana
Teori ini mengungkapkan bahwa kebudayaan Hindu dan Budha menyebar ke Indonesia di bawa kaum brahmana. Kemungkinan teori ini adalah yang paling benar, hal ini terbukti dengan ditemukannya Yupa Kutai yang menyebutkan bahwa penyebaran ajaran Hindu dilakukan melalui upacara keagamaan, dan hal ini hanya dapat dilakukan oleh para brahmana. Pendukung teori ini adalah J.C. van Leur.
b.   Teori Ksatria
Teori ini mengungkapkan bahwa agama Hindu dan Budha menyebar ke Indonesia karena pengaruh dari para bangsawan. Hal ini dibuktikan dengan adanya koloni baru yang dibentuk orang India di Indonesia. Di tempat barunya para bangsawan menyebarkan agama dan budaya Hindu-Budha. Pendukung teori ini adalah C.C. Berg dan Majumdar.
c.   Teori Waisya
Teori ini menyatakan bahwa proses masuknya kebudayaan Hindu-Budha melalui hubungan dagang antara India dan Indonesia. Para pedagang dari India banyak yang menetap di Indonesia yang kemudian jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran kebudayaan Hindu-Budha. Pendukung teori ini diantaranya N. J. Krom dan Purbacaraka.
d.   Teori Sudra
Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang terjadi di India telah menyebabkan golongan Sudra menjadi orang buangan. Kemudian mereka meninggalkan India mengikuti kaum Waisya. Dengan jumlah yang besar diduga golongan Sudralah yang memberi andil besar dalam penyebaran budaya/agama Hindu ke nusantara.
e.   Teori Arus Balik
Teori ini diungkapkan oleh F.D.K. Bosch, Bosch meyakini bahwa orang Indonesialah yang paling berperan dalam penyebaran Hindu-Budha di nusantara. Setelah di awali orang-orang India, penduduk Indonesia yang ingin tahu lebih dalam tentang ajaran Hindu-Budha langsung berlayar ke india untuk belajar. Kemudian setelah pulang ke indonesia mereka menyebarkan apa yang sudah mereka pelajari. Teori berdasar pada ditemukannya arca Budha di Sempaga, Sulawesi Selatan, yang sangat mirip dengan arca yang dibuat di Amarawati (India).
C. Pengaruh Unsur Kebudayaan Hindu-Budha Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia
1.   Bidang agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di nusantara telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Budha. Sejak berinteraksi dengan orang-orang India budaya baru tersebut membawa perubahan pada beragama. Misalnya, dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan).
2.   Bidang sosial
Dalam bidang ini kebudayaan India mempengaruhi pada sistem pemerintahan dan kemasyarakatan. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak menduduki kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan seperti, Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan lain-lain.
3.   Bidang seni
Pengaruh dari kebudayaan Hindu-Budha ini dapat berupa relief, sastra. Untuk seni relief banyak dijumpai hiasan-hiasan pada dinding candi yang sesuai dengan unsur India. Di bidang seni sastra, terlihat pada penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta pada prasasti-prasasti. Adanya cerita Mahabarata dan Ramayana yang bersumber pada kebudayaan India. Selain itu adapun kitab-kitab yang dihasilkan oleh para pujangga Indonesia seperti: Arjunawiwaha (Mpu Kanwa); Sutasoma (Mpu Tantular); Negarakertagama (Mpu Prapanca).
4.   Bidang bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sansekerta. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa sansekerta, seperti: Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, dan Parasamya Purnakarya Nugraha.
5.   Bidang pendidikan
Dalam bidang ini kaum brahmana merupakan kelompok yang mempunyai pengaruh, karena yang memberikan ilmu dalam masyarakat. I-Tsing mengungkapkan bahwa di Kerajaan Sriwijaya telah didirikan sekolah setaraf perguruan tinggi yang menampung biarawan untuk belajar agama Budha.

30 June 2013

Atmosfer dan Hidrosfer


A.  Atmosfer
1.   Pengertian atmosfer
Kata atmosfer berasal dari bahasa Yunani, dari kata atmos yang berarti udara dan spheira yang berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer tersusun oleh sejumlah unsur yaitu: Nitrogen (N2) sebesar 78,08%, Oksigen (O2) sebesar 20,94%, Argon (Ar) sebesar 0,90%, Karbondioksida (CO2) sebesar 0,03% dan sisanya terdiri atas gas lainnya dengan jumlah sedikit.
2.   Sifat fisik atmosfer
Atmosfer mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: Merupakan campuran berbagai gas yang tidak berwarna dan tidak terlihat oleh mata; Memiliki berat sehingga memiliki juga tekanan udara; Mengembang jika terkena panas dan mengerut ketika dingin; Jika terjadi perbedaan tekanan, maka terjadilah pergerakan udara yang disebut angin yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah; Tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak bisa dirasakan.
3.   Lapisan-lapisan atmosfer
Lapisan atmosfer terdiri dari lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Pembagian lapisan atmosfer tersebut didasarkan pada pada perbedaan karakteristik temperatur antarlapisan.
a.   Lapisan Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah atmosfer dengan ketinggian 0 meter – 12 km di atas permukaan air laut (dpl). Di khatulistiwa, troposfer memiliki ketebalan 16 – 18 km, di kutub ketebalannya 8 – 10 km. Perbedaan ketebalan ini disebabkan oleh rotasi bumi, akibatnya terjadi perbedaan kondisi cuaca antara kutub dan khatulistiwa. Menurut toeri Braak di daerah khatulistiwa, pada lapisan ini setiap naik 1000 m, suhu turun rata-rata 6,1ºC. Pada lapisan ini terdapat gejala-gejala cuaca, seperti angin, awan, hujan, halilintar, pelangi, dan lain-lain. Peralihan antara troposfer dengan stratosfer disebut tropopause.
b.   Lapisan Stratosfer
Stratosfer terletak pada ketinggian 18 – 49 km dpl. Lapisan atasnya mengandung ozon untuk menyerap ultraviolet sehingga memungkinkan kehidupan di bumi. Pada bagian puncak atau batas tertingginya, suhu dapat mencapai rata-rata -550 C. Di atas stratosfer terdapat lapisan stratopause yang merupakan lapisan peralihan antara stratosfer dan mesosfer.
c.   Lapisan Mesosfer (Campuran)
Mesosfer terletak pada ketinggian 49 – 82 km dpl. Semakin naik ketinggiannya, suhu udara semakin turun sampai -730 C. Pada ketinggian 80 km terdapat lapisan hangat tempat terbakarnya meteor yang jatuh ke bumi sehingga bumi terlindung. Di atas lapisan mesosfer terdapat lapisan mesopause yang merupakan lapisan peralihan antara mesosfer dan termosfer.
d.   Lapisan Termosfer (Ionosfer)
Termosfer berada pada ketinggian 82 sampai + 400 km. Pada ketinggian 480 km suhu mencapai 1.2320 C. Di lapisan ini, terlihat aurora dan awan pijar yang kadang kala berkilauan di pagi dan sore. Pada ketinggian 80 – 360 km, terdapat lapisan ionosfer tempat partikel ion yang berfungsi sebagai pemantul gelombang suara radio yang terdiri atas:
-     Gelombang panjang berukuran 30.000 – 1.000 km yang disebut lapisan Kennely heavyside.
-     Gelombang menengah berukuran 1.000 – 200 m
-     Gelombang pendek berukuran 200 – 10 m, yang disebut lapisan Appleton.
e.   Lapisan Eksosfer
Eksosfer berada pada ketinggian lebih dari ± 400 km. Dalam lapisan ini terdapat atom-atom yang bergerak secara tidak beraturan. Lapisan ini mengandung gas hidrogen dan kerapatannya makin tipis sampai hampir habis diambang angkasa luar. Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer yang sebenarnya merupakan pantulan sinar matahari oleh partikel debu meteor yang banyak jumlahnya dan bergelantungan di angkasa. Lapisan ini juga dinamakan dissipasisfer.
4.   Peranan Atmosfer
Atmosfer memiliki peran yang besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di bumi. Peran atmosfer bagi kehidupan di bumi diantaranya:
1.   Melindungi bumi dari meteor atau benda angkasa yang lain yang menuju ke bumi.
2.   Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap stabil, karena tanpa atmosfer suhu di permukaan bumi akan sangat panas ataupun sangat dingin.
3.   Memantulkan gelombang radio.
4.   Selain itu, gas-gas yang ada di atmosfer mempunyai peran masing-masing, sebagai berikut:
a.   Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman.
b.   Oksigen untuk pernapasan.
c.   Karbondioksida untuk fotosintesis.
d.   Neon untuk lampu listrik.
e.   Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari.
B.  Cuaca dan Iklim serta Unsur-Unsurnya
1.   Pengertian cuaca dan iklim
Cuaca adalah keadaan udara di tempat tertentu yang relatif sempit dan waktu tertentu yang singkat juga. Dikatangan singkat karena cuaca bisa berubah dengan sangat cepat dalam hitungan jam bahkan menit. Ilmu untuk mengkaji tentang cuaca disebut meteorologi.
Iklim adalah keadaan rata-rata dari pergantian cuaca dalam waktu yang relatif lama (sekitar 30 -100 tahun) pada wilayah yang relatif luas. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi.
2.   Unsur-unsur cuaca dan iklim
Cuaca dan iklim memiliki unsur-unsur yang sama yaitu terdiri atas unsur suhu udara, hujan, kelembapan, tekanan udara dan angin.
a.   Suhu udara
Suhu udara merupakan derajat panas-dinginnya udara. Tinggi rendahnya suhu udara diukur dengan alat yang disebut termometer. Kertas yang berisi catatan tentang suhu udara pada suatu daerah tertentu disebut termogram. Di dalam peta tempat-tempat yang mempunyai suhu udara yang sama dihubungkan dengan garis yang dinamakan isotherm. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara yaitu:
1.   Sudut datangnya sinar, Semakin tegak datangnya sinar matahari maka semakin besar energi panas yang diterima. Oleh karena itu pada siang hari suhu udara menjadi naik dan kondisinya juga menjadi panas.
2.   Lamanya penyinaran matahari, Semakin lama matahari menyinari suatu daerah, maka suhu udara daerah tersebut juga semakin tinggi.
3.   Ketinggian tempat, Semakin rendah suatu tempat maka semakin tinggi suhu udaranya dan semakin tinggi suatu tempat maka semakin turun suhunya. 
4.   Keadaan awan, Keadaan awan sangat memengaruhi banyak sedikitnya panas matahari yang diterima bumi.
5.   Letak lintang, Semakin dekat dengan garis equator, maka semakin tinggi suhu udaranya.
b.   Tekanan Udara
Tekanan udara merupakan tekanan yang diberikan oleh udara pada setiap satuan luas bidang datar di permukaan bumi sampai ke atmosfer. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Barometer yang dapat mencatat sendiri disebut barograph. Hasil pencatatan barograph disebut barogram. Satuan yang digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah milibar (mb). Besarnya tekanan udara di permukaan bumi adalah 1 atm atau 76 cm Hg. Jadi 1 atm = 76 cm Hg = 1,013 mb.
Berbeda dengan suhu udara, semakin tinggi tempat maka tekanan udaranya semakin kecil dan begitu juga sebaliknya. Di dalam peta tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama dihubungkan dengan garis yang dinamakan isobar.
c.   Angin
Angin yaitu massa udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi menuju ke daerah yang bertekanan udara lebih rendah. Gerakan udara secara vertikal disebut konveksi, secara horizontal disebut adveksi. Sedangkan gerakan udara yang tidak teratur disebut turbulensi. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Berdasarkan pola gerakannya, jenis-jenis angin dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1.   Angin tetap, yaitu angin yang arah bertiupnya atau gerakannya tetap sepanjang tahun tidak berganti arah. Angin tetap terdiri dari:
-     Angin barat, yaitu angin yang bertiup dari daerah sub-tropik ke kutub sampai pada lintang 60 derajat, baik lintang utara maupun lintang selatan.
-     Angin timur, yaitu angin yang berembus terus-menerus sepanjang tahun dari arah timur yang bersifat dingin.
-     Angin pasat, yaitu angin yang berhembus terus-menerus dari daerah maksimum sub-tropik selatan dan utara menuju ke arah khatulistiwa.
-     Angin antipasat, yaitu angin yang berhembus terus-menerus dari daerah khatulistiwa ke daerah yang beriklim sub-tropis. (Angin antipasat kebalikan dari angin pasat).
2.   Angin periodik, yaitu angin yang bergerak berganti arah setiap waktu tertentu, ada yang berganti arah setiap siang dan malam atau setiap 6 bulan sekali. Yang termasuk dalam jenis angin periodik adalah :
-     Angin muson, yaitu angin yang berganti arah setiap 6 bulan sekali. Angin muson ada dua, yaitu:
a.   Angin muson barat, yaitu angin yang bertiup dari Benua Asia menuju Benua Australia. Angin ini terjadi pada bulan Oktober sampai April, yang melewati laut yang luas sehingga menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.
b.   Angin muson timur, yaitu angin yang bertiup dari Benua Australia menuju ke Benua Asia. Angin ini terjadi pada bulan April sampai Oktober, bersifat kering sehingga menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau.
-     Angin lembah dan angin gunung. Angin lembah yaitu angin yang bertiup dari lembah ke puncak gunung, terjadi pada waktu siang hari. Dan Angin gunung yaitu angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah, terjadi pada malam hari.
-     Angin laut dan angin darat. Angin laut terjadi pada siang hari, angin ini berembus dari laut menuju ke darat. Sebaliknya angin darat terjadi pada malam hari, dan berembus dari darat menuju ke laut.
3.   Angin lokal, yaitu angin yang bergerak pada daerah-daerah tertentu dalam waktu yang tertentu pula. Yang termasuk dalam jenis angin lokal antara lain adalah :
-     Angin Blizzard, yaitu angin yang bertiup di tepi daerah bertekanan udara maksimal. Angin ini terkenal dengan sebutan angin topan salju. Contoh: Angin Burau, terjadi di daerah Rusia bagian selatan dan di daerah Siberi; Angin Ufa, terjadi di kaki Pegunungan Ural (batas alam antara Benua Asia dan Benua Eropa).
-     Angin Bora, yaitu angin yang bersifat kering dan bersifat dingin. Contoh: Angin Mistral, terjadi di Pantai Laut Tengah dan wilayah Prancis bagian selatan; Angin Bise, terjadi di sebelah selatan kaki Pegunungan Yura di Eropa.
-     Angin Siklon dan angin antisiklon. Angin siklon yaitu angin di daerah depresi yang memiliki barometris minimum dan dikelilingi barometris maksimum. Sedang angin antisiklon yaitu angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan dikelilingi barometris minimum.
-     Angin Fohn, yaitu angin yang bertiup kencang, bersifat kering dan panas. Nama angin Fohn di Indonesia:
1.   Wambrau di biak, Irian Jaya
2.   Brubu di Ujung Pandang (Sulawesi selatan)
3.   Gending di Pasuruan (Jawa Timur)
4.   Kumbang di Cirebon (Jawa Barat)
5.   Bohorok di Deli (Sumatera Utara)
Nama angin fohn di luar Indonesia (mancanegara), antara lain: angin Sirocco di laut tengah; angin Zonda di Argentina; angin Chinok di Amerika Serikat Bagian Barat.
d.   Kelembapan Udara
Kelembapan udara adalah banyak sedikitnya kandungan uap air di dalam udara. Kandungan uap air yang ada di udara dapat diukur dengan menggunakan alat, yaitu higrometer atau psychrometer. Kelembapan udara dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
-     Kelembapan absolut/mutlak, yaitu banyaknya uap air yang terdapat pada satu meter kubik udara. Kelembapan absolut dinyatakan dalam satuan g/m3.
-     Kelembapan relatif (nisbi), yaitu perbandingan antara jumlah uap air yang terkandung dalam udara pada volume dan suhu tertentu dengan jumlah uap air yang seharusnya ada jika udara jenuh pada suhu yang sama.
e.   Awan
Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es yang terjadi karena proses kondensasi. Proses kondensasi adalah proses pengkristalan uap air karena pengaruh udara dingin. Awan yang mencapai permukaan bumi disebut dengan kabut.
1.   Dilihat dari bentuknya, awan dapat dibedakan menjadi:
a.   Awan cumulus (bergumpal), yaitu awan tebal dan bergumpal dengan bagian bawah datar dan bagian atas berbentuk menyerupai setengah lingkaran atau dome.
b.   Awan cirrus (awan bulu), yaitu awan yang tipis berbentuk seperti bulu ayam dan tampak mengkilat pada siang hari karena banyak mengandung kristal es.
c.   Awan stratus (berlapis), yaitu awan yang merata rendah dan berlapis-lapis.
d.   Awan nimbus, yaitu awan yang berwarna gelap, kelihatan basah dan sering menyebabkan terjadinya hujan.
2.   Dilihat dari ketinggiannya, awan dapat dibedakan menjadi:
a.   Awan tinggi, yaitu awan yang berketinggian > 6 km. Contoh: awan cirrostratus.
b.   Awan sedang, yaitu awan berketinggian 3-6 km. Contoh: awan altostratus.
c.   Awan rendah, yaitu awan yang mempunyai ketinggian < 3 km. Contoh: awan stratokumulus.
3.   Dilihat dari zat pembentuknya, awan dapat dibedakan menjadi :
      a. Awan cair, yaitu awan yang terbentuk dari air.
      b. Awan es, yaitu awan yang terbentuk dari salju.
      c. Awan campuran, yaitu awan yang terbentuk dari campuran air dan salju. 
f.    Hujan
Hujan adalah kejadian yang merupakan akibat dari naiknya massa udara (awan) yang mengandung uap air dan mengkristal dalam butiran-butiran besar dan jatuh ke permukaan bumi. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometer yang disebut juga raingauge. Faktor yang memengaruhi banyak sedikitnya curah hujan, antara lain: bentuk medan yang bergunung-gunung, letak daerah yang dekat dengan lautan, jarak perjalanan angin medan datar, arah angin dan arah lereng medan.
Macam-macam hujan
1.   Ditinjau dari proses terjadinya, hujan dapat dibagi menjadi:
a.   Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi di daerah subtropis akibat dari pertemuan antara massa udara panas dan massa udara dingin.
b.   Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena massa udara yang banyak mengandung uap air naik ke pegunungan lalu terjadi kondensasi (pengembunan) dan terbentuk awan yang menyebabkan hujan.
c.   Hujan zenithal (hujan tropis), yaitu hujan yang terjadi karena massa udara yang banyak mengandung uap air naik ke atas secara vertikal.
d.   Hujan buatan, yaitu hujan yang sengaja dibuat oleh manusia. Hujan buatan ini biasanya dibuat pada musim kemarau. Untuk membuat hujan ini dilakukan dengan cara menyemprotkan zat-zat yang dapat menyerap uap air (zat higroskopis) ke udara.
2.   Ditinjau dari ukuran butirannya, hujan dapat dibagi menjadi:
a.   Hujan gerimis, yaitu hujan yang butirannya berdiameter kurang dari 0,5 mm.
b.   Hujan salju, yaitu hujan yang terdiri dari kristal-kristal es dan terjadi pada suhu udara di bawah titik beku.
c.   Hujan es, yaitu hujan yang berupa gumpalan-gumpalan es.
d.   Hujan deras, yaitu hujan lebat dan butirannya berdiameter lebih dari 7 mm.
3.   Pembagian iklim
Iklim diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a.   Iklim Matahari, disebut juga iklim garis lintang, karena didasarkan pada letak lintang suatu daerah di permukaan bumi, karena itu  bisa dipahami juga iklim matahari adalah iklim yang didasarkan pada kedudukan dan pergesaran semu matahari terhadap tempat-tempat di muka bumi. Menurut iklim matahari, bumi dibagi menjadi empat daerah iklim:
1.   Iklim tropis; Iklim yang berada di antara dua lintang balik utara dan selatan (23½º LU – 23½º LS). Di daerah ini suhu udara tinggi dan curah hujan juga tinggi.
2.   Iklim subtropis; Iklim yang berada pada 23½º LU/LS – 40º LU/LS. Batas-batas yang tegas merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang. Daerah yang berada pada iklim ini banyak dijumpai gurun pasir dan savanna.
3.   Iklim Sedang; Iklim yang berada pada 40º LU/LS – 66½º LU/LS. Pada iklim sedang terdapat empat musim, yaitu:
a.   Musim dingin (winter) tidak begitu dingin.
b.   Musim panas (summer) tidak begitu panas.
c.   Jika hujan jatuh pada musim dingin atau musim panasnya kering, disebut iklim mediterania.
d.   Jika hujan jatuh pada musim panas atau musim dinginnya kering, disebut iklim tiongkok.
4.   Iklim Dingin; Iklim yang berada pada 66½º LU/LS – 90º LU/LS. Pada daerah kutub, panjang siang hari di musim panas mencapai 24 jam dan sebaliknya pada musim dingin, periode siang dan malamnya 6 bulan sekali. Iklim dingin dibagi menjadi dua, yaitu iklim tundra dan iklim salju (iklim es).
Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:
b.   Iklim Fisik; Yaitu jenis iklim berdasarkan keadaan alam sekitar yang memengaruhinya. Berdasarkan keadaan alamnya, iklim fisik dibedakan menjadi:
1.   Iklim laut (Iklim maritim), yaitu iklim fisis yang terjadi di daerah-daerah dekat laut (daerah kepulauan) karena mendapat pengaruh angin laut.
2.   Iklim darat (iklim kontinental), yaitu iklim yang terjadi di daratan yang sangat luas dan tidak mendapat pengaruh angin laut.
3.   Iklim pegunungan, yaitu iklim yang terjadi pada daerah pegunungan yang sangat dipengaruhi oleh alam pegunungan.
4.   Iklim ugahari, yaitu iklim suatu tempat yang pada siang hari suhu udara terasa sangat panas, dan pada malam hari suhu udara terasa dingin
5.   Iklim gurun, yaitu iklim yang terjadi di daerah gurun yang panas, yang sangat dipengaruhi oleh keadaan gurun yang panas dan kering.
6.   Iklim tundra, yaitu iklim fisis yang terjadi di daerah tundra (padang lumut) yang dipengaruhi oleh keadaan alam daerah tundra yang bersifat lembab dan basah.
c.   Iklim Klages, pada tahun 1942 Klages membagi iklim berdasarkan temperatur udara di permukaan bumi menjadi 5 daerah :
      1.   Daerah tropik, di daerah ini temperatur udara sepanjang tahun berkisar antara 22-28ºC
2.   Daerah subtropika, di daerah ini temperatur udara selama 4-11 bulan berkisar di atas 20ºC
3.   Daerah sedang, di daerah ini temperatur udara selama 4-11 bulan berkisar antara 12-20ºC
4.   Daerah dingin, di daerah ini temperatur udara selama 1-4 bulan berkisar antara 10-20ºC, sedang di bulan lainnya di bawah 10ºC
5.   Daerah kutub, di daerah ini temperatur udara sepanjang tahun berada di bawah 0ºC, karena itu ada salju abadi yang menyelimuti.
d.   Iklim Koppen; Pembagian iklim koppen berdasarkan 3 unsur iklim, yaitu temperatur udara, banyaknya curah hujan, dan penguapan. Klasifikasi iklim menurut Koppen yaitu:
1.   Iklim A (tropis), bersuhu 18°C untuk bulan terdingin
-     Iklim hujan tropis (AF), meliputi daerah yang bercurah hujan tinggi seperti di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
-     Iklim Sabana (AW), meliputi daerah Nusa Tenggara Timur.
-     Iklim laut basah (CF), meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
-     Iklim salju abadi (EF), terdapat di Puncak Pegunungan Jaya Wijaya (Papua).
2.   Iklim B (tundra dan kutub), daerah bersuhu 10°C untuk bulan terpanas.
3.   Iklim C dan D (sedang atau ugahari), bersuhu -3°C untuk bulan terdingin.
d.   Iklim Junghunn; Junghunn adalah ahli iklim dari Eropa, yang membagi iklim berdasarkan suhu udara, ketinggian tempat dan tanaman yang dapat tumbuh. Menurut Junghunn, daerah iklim tropis di Indonesia dibagi menjadi 4 zone iklim yaitu:
1.   Zone Iklim Panas; Daerah iklim panas di Indonesia menurut Junghunn yaitu daerah yang memiliki ketinggian antara 0 – 700 m dengan temperatur udara 26° C – 22° C.
2.   Zone Iklim Sedang; Daerah iklim sedang di Indonesia menurut Junghunn yaitu daerah yang memiliki ketinggian antara 700 – 1.500 m dengan temperatur udara 22° C – 17,1° C.
3.   Zone Iklim Sejuk; Daerah iklim sejuk di Indonesia menurut Junghunn yaitu daerah yang memiliki ketinggian antara 1.500 – 2.500 m dan memiliki temperatur udara antara 17,1° – 11,1° C.
4.   Zone Iklim Dingin; Daerah iklim dingin di Indonesia menurut Junghunn yaitu daerah yang memiliki ketinggian di atas 2.500 m dengan temperatur udara antara 11,1° C – 6,2° C.
C.  Hidrosfer
1.   Pengertian Hidrosfer
Hidrosfer berasal dari kata hidro yang artinya air dan spheira artinya lapisan. Jadi, hidrosfer adalah seluruh lapisan air yang terdapat dalam bumi, baik itu berbentuk cair, padat, maupun berbentuk gas (uap air). Ilmu yang mempelajari tentang perairan disebut hidrologi. Dan hidrologi sendiri memiliki beberapa cabang ilmu yaitu:
a.   Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang mempelajari faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.
b.   Oceanografi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lautan atau samudra.
c.   Glasiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang membeku (es) atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan es.
d.   Geohidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang keberadaan, persebaran dan gerakan air di bawah tanah.
e.   Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air danau.
f.    Potamologi, yaitu ilmu yang mempelajari air yang ada di permukaan bumi.
2.   Siklus Hidrologi
a.   Siklus pendek
Laut yang mendapat penyinaran matahari, airnya akan menguap ke udara. Uap air yang sudah ada di udara tersebut akan terkondensasi dan membentuk awan. Jika awan semakin banyak, maka udara akan semakin jenuh dengan uap air dan terjadilah hujan, yang pada akhirnya airnya bermuara/kembali ke laut.
b.   Siklus sedang
Air laut yang menguap akan terkondensasi membentuk awan. Karena adanya angin, awan tersebut tertiup ke daratan dan di atas daratan awan tersebut jenuh dan turunlah hujan di atas daratan. Di atas daratan, air tersebut akan mengalir ke sungai. Dan melalui sungai air akan mengalir kembali ke laut.
c.   Siklus panjang
Air laut yang menguap akan terkondensasi membentuk awan. Awan tertiup angin dan terbawa ke pegunungan yang tinggi dan membentuk kristal-kristal es, yang akhirnya turun sebagai salju di atas pegunungan. Salju yang ada di atas pegunungan tersebut akhirnya akan mencair membentuk gletser dan mengalir ke sungai, yang akhirnya diteruskan ke laut.
Siklus hidrologi terjadi karena adanya proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meteorologis dan klimatologis, sebagai berikut:
a.   Evaporasi, yaitu proses berubahnya air menjadi uap air (gas).
b.   Transpirasi, yaitu proses berubahnya air yang digunakan oleh tumbuhan menjadi uap air melalui stomata.
c.   Kondensasi, yaitu proses berubahnya uap air menjadi titik-titik air (cair).
d.   Adveksi, yaitu gerakan udara secara horizontal yang membawa awan (titik-titik air) dari suatu tempat ke tempat yang lain.
e.   Presipitasi (hujan), yaitu turunnya titik-titik air dari udara (awan) ke permukaan bumi, bisa berwujud air, es atau salju.
f.    Infiltrasi, yaitu proses masuknya air ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah dan batuan.
e.   Run off, yaitu aliran air melalui suatu saluran.
f.    Overland flow, yaitu aliran pada permukaan tanah.
3.   Jenis-Jenis Air
Air hujan yang sampai ke permukaan bumi, secara alami sebagian akan meresap ke dalam tanah yang akan menjadi air tanah dan yang lain akan mengalir di atas permukaan bumi menjadi air permukaan.
a.   Air Permukaan
1.   Sungai
Sungai merupakan aliran air yang secara alami mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang lebih rendah dan memanjang menuju laut. Ilmu yang mempelajari sungai disebut dengan potamologi.
a.   Macam-macam sungai
1.   Ditinjau dari sumber airnya, sungai dibedakan menjadi:
-     Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan.
-     Sungai gletser, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari es yang mencair.
-     Sungai mata air, yaitu sungan yang sumber airnya berasal dari mata air.
-     Sungai campuran, yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari kedua atau ketiga sumber air di atas.
2.   Ditinjau dari volume airnya, sungai dibedakan menjadi:
-     Sungai ephimeral, yaitu sungai yang mengalir karena terjadinya hujan.
-     Sungai intermiten, yaitu sungai yang airnya mengalir hanya pada musim hujan saja.
-     Sungai pherenial,  yaitu sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun. Sungai pherenial ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu sungai permanen (sungai yang aliran airnya relatif tetap sepanjang tahun) dan sungai periodik (sungai yang volume airnya sangat bergantung kepada musim).
3.   Ditinjau dari arah alirannya, sungai dibedakan menjadi:
-     Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng.
-     Sungai subsekuen, yaitu anak sungai konsekuen yang alirannya tegak lurus dengan sungai konsekuen.
-     Sungai resekuen, yaitu anak sungai subsekuen yang arah alirannya searah dengan sungai konsekuen.
-     Sungai obsekuen, yaitu anak sungai subsekuen yang arah alirannya berlawanan dengan sungai konsekuen.
-     Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah alirannya tidak teratur.
4.   Ditinjau dari pola alirannya, sungai dibedakan menjadi:
-     Sungai Trelis, yaitu sungai yang pola alirannya seperti sirip ikan, biasanya terdapat di daerah lipatan.
-     Sungai Rektangular, yaitu pola aliran sungai yang saling tegak lurus, biasanya terdapat di daerah patahan.
-     Sungai Pinnate, yaitu bentuk aliran sungai di mana muara-muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan induk sungainya.
-     Sungai Radial sentrifugal, yaitu pola aliran sungai yang menyebar atau meninggalkan pusat.
-     Radial Sentripetal, yaitu pola aliran sungai yang memusat, biasanya terdapat di daerah cekungan.
-     Sungai Dendritik, yaitu pola aliran sungai di mana anak-anak sungai bermuara ke induknya secara tidak teratur.
-     Sungai Paralel, yaitu pola aliran sungai di mana antara sungai yang satu dengan sungai yang lainnya hampir sejajar.
b.   Manfaat sungai; Penyuplai air untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri; Tempat membudidayakan perikanan air tawar; Untuk kepentingan transportasi, seperti di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua; Untuk irigasi atau pengairan lahan pertanian; Untuk pembangkit tenaga listrik; Tempat pengambilan bahan bangunan, pasir, dan batu; Sebagai objek wisata dan olah raga air.
2.   Danau
Danau merupakan sebuah cekungan (basin) di wilayah daratan yang memiliki penampang cukup luas dan kedalaman yang cukup sehingga mempunyai strata suhu, serta berisi air dalam jumlah besar.
a.   Macam-macam danau:
-     Danau vulkanik, yaitu danau yang terbentuk karena kaldera gunung berapi yang terisi air hujan. Contohnya: Gunung Kelud, kawah Gunung Tangkuban Perahu, dan Danau Maninjau di Sumatera Barat.
-     Danau tektonik, yaitu danau yang terjadi akibat adanya aktivitas tektonik. Contohnya: Danau Singkarak dan Danau Towuti.
-     Danau vulkanotektonik, yaitu danau yang terjadi karena perpaduan 2 aktivitas di atas. Contohnya: Danau Toba.
-     Danau karst, yaitu danau yang terjadi akibat pelarutan di daerah kapur. Danau seperti ini banyak dijumpai di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.
-     Danau gletser, yaitu danau yang terjadi akibat adanya erosi es.
-     Danau buatan (bendungan), yaitu danau yang sengaja dibuat oleh manusia atau sering disebut waduk.
b.   Manfaat danau; Danau memberi banyak manfaat, diantaranya: Mencegah banjir; Untuk irigasi; Sumber perikanan darat; Sebagai sarana olahraga (dayung, layar).
3.   Rawa
Rawa yaitu bagian daratan yang rendah dan selalu tergenang air karena tidak memiliki sistem pelepasan air keluar yang baik. Rawa terjadi karena adanya proses alam, yaitu: Adanya erosi laut; Adanya kenaikan air laut; Adanya perluasan daratan karena sedimentasi; Adanya perkembangan delta. Ciri-ciri rawa antara lain: Dasar rawa terdapat tanah gambut; Selalu tertutup tumbuhan air; Air rawa banyak mengandung asam; Warna air coklat sampai kehitam-hitaman.
4.   Laut
Laut merupakan sekumpulan air yang sangat luas di muka bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu pulau atau benua dengan pulau atau benua lainnya. Perairan laut tidak hanya terdiri atas laut itu sendiri tetapi juga terdiri atas samudra, teluk, dan selat. Ilmu yang khusus mempelajari tentang laut disebut Oceanografi.
a.   Macam-macam laut
1.   Ditinjau dari letaknya, laut dibedakan menjadi:
-     Laut tepi, yaitu laut yang terletak di tepi benua. Contoh: Laut Jepang, Laut China Selatan.
-     Laut tengah, yaitu laut yang terletak antara benua-benua. Contoh: Laut Merah, Laut Tengah.
-     Laut pedalaman (continental sea), yaitu laut yang terletak di tengah-tengah benua atau dikelilingi oleh daratan. Contoh: Laut Mati, Laut Kaspia dan Laut Baltik.
2.   Ditinjau dari kedalamannya, laut dibedakan menjadi:
-     Zona lithoral, merupakan daerah laut yang terletak antara garis air pasang dan garis air surut, kedalaman 0 meter.
-     Zona Neritis, merupakan daerah laut yang mempunyai kedalaman 0 – 200 meter.
-     Zona Bathial, merupakan daerah laut yang mempunyai kedalaman 200 m – 1.000 m.
-     Zona Abisal, merupakan daerah laut yang mempunyai kedalaman 1.000 – 2.000 m.
3.   Ditinjau dari terjadinya, laut dibedakan menjadi:
-     Laut Transgresi, merupakan laut yang terjadi karena dataran rendah yang genangi oleh air laut. Laut transgresi terjadi pada berakhirnya zaman es. Contohnya: Laut Jawa, Laut Arafuru, Laut Cina Selatan.
-     Laut Ingresi, merupakan laut yang terjadi akibat dasar laut mengalami penurunan. Contohnya: Laut Banda, Laut Flores, Laut Sulawesi, Laut Maluku.
-     Laut Regresi, merupakan laut yang menyempit akibat penurunan air laut karena daratan mengalami pengangkatan.
b.   Batas-batas perairan laut Indonesia
Berdasarkan hukum laut internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1980, perairan Indonesia terdiri atas 3 batas, yaitu:
1.   Batas Landas Kontinen; batas dasar laut yang paling tepi dengan kedalaman laut sampai 200 m.
2.   Batas Laut Teritorial; Merupakan laut yang lebarnya 12 mil laut yang diukur sejajar dengan garis dasar atau pangkal. Garis dasar adalah garis yang dibentuk pada saat air laut surut pada pulau-pulau terluar dalam wilayah Indonesia.
3.   Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE); Merupakan batas laut yang diukur dari garis dasar sejauh 200 mil ke arah laut bebas. Di dalam ZEE, Indonesia mempunyai hak dan wewenang dalam memanfaatkan kekayaan alamnya, baik yang ada di dasar laut maupun yang ada di dalam laut.
c.   Manfaat Laut; Laut mempunyai banyak manfaat, antara lain: Sebagai sumber perikanan laut; Sarana transportasi; Sumber mineral, dan barang tambang. Sebagai sumber energi atau pembangkit tenaga listrik (arus laut); Sebagai objek pariwisata.
b.   Air Tanah
Air tanah, yaitu air yang tersimpan di bawah permukaan tanah. Sumber air tanah berasal dari peresapan air hujan (infiltrasi). Lapisan batuan yang dapat dilalui dengan mudah oleh air tanah disebut lapisan permiabel. Sebaliknya lapisan batuan yang sulit atau tidak bisa dilalui oleh air tanah disebut lapisan kedap air dan disebut lapisan impermiabel. Tinggi rendahnya infiltrasi dipengaruhi oleh: Curah hujan; Kemiringan lereng; Kelembapan tanah; Kerapatan vegetasi.
-     berdasarkan kedalamannya air tanah dapat dibedakan menjadi :
1.   Air tanah freatis (air tanah dangkal), yaitu air tanah yang terletak di atas lapisan tanah kedap air dan dangkal (impermiabel). Contoh: air sumur dan mata air.
2.   Air tanah artesis (air tanah dalam), yaitu air tanah yang terletak pada lapisan equifer yang dalam dan banyak mengandung air, letaknya di antara dua lapisan batuan kedap air (batuan yang tidak bisa ditembus air). Contoh: sumur artesis.
-     Manfaat air tanah bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut:
a.   Kebutuhan rumah tangga (mandi, mencuci, memasak, dan air minum).
b.   Irigasi, yaitu sumber air bagi pertanian, misalnya sumur bor di daerah Indramayu, Jawa Barat.
c.   Perindustrian, yaitu dimanfaatkan sebagai sumber air industri, misalnya industri tekstil dimanfaatkan untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan lain-lain.