Search

28 May 2015

Diferensiasi Sosial Karena Perbedaan Gender dan Klan


A. Diferensiasi Sosial Karena Perbedaan Gender
Jenis kelamin merupakan ciri fisik yang dibawa sejak lahir dan tidak ditentukan sendiri oleh individu berdasarkan keinginannya. Sedangkan gender adalah suatu sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang tersusun secara sosial dan kultural. Peran gender yaitu pola-pola sikap dan tingkah laku yang diharapkan oleh masyarakat berdasarkan jenis kelamin dibuat oleh masyarakat dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui agen sosial seperti keluarga, kelompok bermain, dan media massa.
Perbedaan jenis kelamin membawa konsekuensi yang berbeda. Konsekuensi dari perbedaan jenis kelamin diantaranya sebagai berikut:
1.  Tugas-tugas sosial keseharian
2.  Psikologis keluarga
3.  Fungsi anatomi
B. Diferensiasi Sosial Karena Perbedaan Klan
Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, klan adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas semua keturunan dari nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis keturunan sejenis, yaitu keturunan warga-warga pria atau wanita.
Klan atau kelompok kekerabatan terdapat dalam masyarakat yang menganut sistem kekerabatan unilateral, yaitu menarik garis keturunan dari satu pihak, misalnya:
1.  Patrilineal yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah, misal masyarakat Batak.
2. Matrilineal yaitu menarik garis keturunan dari pihak ibu, misal masyarakat Minangkabau.

Diferensiasi Sosial Karena Perbedaan Agama


     Pengertian agama menurut Emille Durkheim yaitu sebagai suatu sistem terpadu mengenai kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci dan menyatukan semua pengikutnya ke dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.
Agama yang diakui di Indonesia diantaranya; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghu Chu. Masing-masing agama memiliki berbagai perbedaan, diantaranya terletak pada hal-hal sebagai berikut:
a.  Konsep Keimanan
Konsep keimanan mengandung segala keyakinan seta bayangan manusia tentang sifat-sifat Tuhan dan tentang wujud alam gaib, tentang segala nilai, norma dan ajaran dari agama yang bersangkutan. Masing-masing agama tentu mempunyai konsep keimanan yang berbeda satu dengan lainnya. Konsep-konsep keimanan tersebut pada setiap agama sangat diyakini oleh pengikutnya.
b.  Kitab Suci dijadikan Sumber Ajaran Agama
Kitab suci dijadikan sebagai pedoman dalam beribadah dan bertingkah laku sehari-hari.
c.  Pembawa Agama di Indonesia
Awal mula pembawa ajaran agama yang ada di Indonesia berbeda-beda. Misalnya, Wali Sanga merupakan pembawa dan penyebar agama Islam, demikian pula agama Hindu dan Nasrani.
d.  Sistem Peribadatan serta Upacara Keagamaan
Sistem peribadatan pada tiap-tiap agama berbeda. Begitu pula dengan keagamaan, misalnya Idul Adha, Paskah, Nyepi dan Waisak.
e.  Hukum-hukum yang berlaku dalam Kehidupan
Masyarakat Indonesia yang majemuk dengan keanekaragaman agama merupakan kenyataan sosial yang harus diterima serta disikapi secara arif dan bijaksana.

Diferensiasi Sosial Karena Perbedaan Etnis


A. Penjelasan
Pembedaan masyarakat menurut suku bangsa merupakan pembedaan secara horizontal. Suku bangsa adalah golongan manusia yang terkait oleh kesadaran dan jati diri mereka akan kesatuan kebudayaan mereka, sehingga kesatuan kebudayaan tidak ditentukan oleh orang luar melainkan oleh warga kebudayaan yang bersangkutan.
Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, suku bangsa atau ethnic group merupakan suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayan. Berdasarkan urutan jumlah warganya suku bangsa yang mendiami Indonesia yaitu Jawa, Sunda, Madura, Melayu Bugis, Makasar, Minangkabau, Bali dan Batak.
B. Ciri-ciri Suku Bangsa
1.  Secara tertutup berkembang biak dalam kelompoknya.
2.  Memiliki nilai-nilai dasar yang terwujud dan tercermin dalam kebudayaan.
3.  Mewujudkan arena komunikasi dan interaksi.
4.  Mempunyai anggota yang mengenali dirinya serta dikenal oleh orang lain sebagai bagian dari satu kategori yang dibedakan dengan yang lain.
Menurut R Narol (Budhisantosa dalam www.pk.ut.ac.id/jsi/Ibuhdi.htm), kriteria untuk menetukan suatu bangsa adalah adanya kesatuan masyarakat seperti:
1.  Daerahnya dibatasi oleh satu desa atau lebih.
2.  Daerahnya dibatasi oleh batas-batas tertentu secara politis dan administratif.
3.  Batas daerahnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri.
4.  Warganya memiliki satu bahasa atau satu logat bahasa.
5.  Penduduknya menempati suatu wilayah geografis tertentu.
6.  Keadaan daerahnya ditentukan oleh kesatuan ekologi.
7.  Anggota-anggotanya mempunyai pengalaman sejarah yang sama.
8.  Frekuensi interaksi sesama anggota masyarakatnya tinggi.
9.  Susunan sosialnya seragam.
C. Suku Bangsa di Indonesia
Wilayah Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dengan berbagai macam ras. Sebelum kedatangan nenek moyang kita, Indonesia sudah terdapat suku bangsa Negrito dan Weddoid.
1.  Suku Bangsa Negrito
Ciri-ciri suku bangsa Negrito terlihat pada suku Aeta (di Filipina), suku Semang (di Malaysia) dan suku Tapiro (di Papua).
2.  Suku Bangsa Weddoid
Ciri-ciri terlihat pada suku Toala (di Semenanjung barat daya Sulawesi), suku Tomuna (di Pulau Muna), suku Senai (di Malaysia), suku Kubu (di Jambi), suku Gayo (di sekitar Danau Toba) dan suku Mentawai (di Kepulauan Mentawai)
Menurut etnologi, suku Negrito dan Weddoid ialah penduduk asli Indonesia. Sejak sekitar tahun 1000 SM terjadi perpindahan penduduk secara bergelombang dari Yunan (Cina Selatan) ke Indonesia. Penduduk tersebut termasuk suku Melayu. Suku bangsa melayu termasuk ras Mongoloid. Suku bangsa Melayu inilah yang dianggap menjadi nenek moyang bangsa Indonesia.
D. Ciri-ciri Kebudayaan Suku Bangsa Melayu
Berdasarkan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki, suku bangsa Melayu dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
1.  Golongan Melayu Tua (Proto Melayu)
Golongan ini memiliki kebudayaan yang masih asli. Artinya, belum mendapat pengaruh dari kebudayaan luar, seperti Islam, Hindu, Buddha dan Kristen. Kepercayaan masih animisme dan dinamisme. Suku bangsa Melayu Tua dapat dilihat pada suku-suku berikut:
-    Suku Batak (di sekitar Danau Toba)
-    Suku Dayak (di pedalaman Kalimantan)
-    Suku Toraja (di daerah Sulawesi Tengah)
2.  Golongan Melayu Muda (Deutero Melayu)
Golongan Melayu Muda memiliki peradaban dan kebudayaan yang lebih maju. Kebudayaan Melayu Muda telah terpengaruh kebudayaan luar yang dibawa pedagang dan pelaut. Suku yang termasuk golongan Melayu Muda, misalnya suku Jawa, suku Minangkabau, suku Bali dan suku Bugis.

Diferensiasi Sosial Karena Perbedaan Fisik (Ras)


A. Penjelasan
Ras adalah ciri yang menyangkut aspek biologis, yaitu ciri fisik, warna kulit, bentuk tubuh, dan lain-lain, termasuk peran dan kebiasan-kebiasaan. Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, ras adalah suatu golongan tertentu dengan suatu frekuensi yang besar. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa ras merupakan penggolongan yang bersifat jasmaniah semata bukanlah rohaniah.
B. Ciri-ciri fisik sebagai dasar pembagian ras meliputi:
1.  Ciri-ciri kualitas, yaitu warna kulit, bentuk rambut, bentuk lipatan mata dan bentuk bibir.
2.  Ciri-ciri kuantitas, yaitu bentuk badan, berat badan dan indeks kepala.
A.L. Krober mengklasifikasikan ras-ras di dunia menjadi lima golongan ras utama, yaitu:
a.  Ras Australoid merupakan penduduk asli Australia (Aborigin).
b.  Ras Mongoloid merupakan penduduk asli Asia dan Amerika, terdiri dari:
1)  Asiatic Mongoloid terdapat di Asia Utara, Asia Tengah, Asia Timur.
2)  Malayan Mongoloid terdapat di Asia Tenggara diantaranya Indonesia, Malaysia, Filipina serta penduduk asli Taiwan.
3)  American Mongoloid, penduduk asli Amerika Utara dan Amerika Selatan, yaitu orang Eskimo di Amerika utara hingga penduduk Terra del Fuego di Amerika Selatan.
c.  Ras Kaukasoid merupakan penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika dan Asia yang terdiri dari:
1)  Nordic terdapat di Eropa Utara sekitar laut Baltik.
2)  Alpine terdapat di Eropa Tengah dan Eropa Timur.
3)  Mediteranean, yaitu penduduk sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab dan Iran.
4)  Indic terdapat di Pakistan, India, Bangladesh dan Sri Lanka.
d.  Ras Negroid merupakan penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian Asia yang terdiri dari:
1)  African Negroid terdapat di Benua Afrika.
2)  Negrito terdapat di Afrika Tengah, Semenanjung Melayu dan Filipina.
3)  Melanesian terdapat di Irian (Papua) dan Melanesia.
e.  Ras-ras khusus, yaitu ras-ras yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam empat ras pokok tersebut. Ras-ras khusus itu antara lain:
1)  Bushmanoid, yaitu penduduk daerah Gurun kalahari dan Afrika Selatan.
2)  Weddoid, yaitu penduduk pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan.
3)  Polynesia, yaitu penduduk di Kepulauan Mikronesia dan Polynesia.
4)  Ainu, yaitu penduduk Pulau Karafuto dan Hokkaido, Jepang Utara.
C. Di Indonesia banyak terdapat berbagai ras, diantaranya sebagia berikut:
1.  Ras Negroid
Ciri-cirinya yaitu: kulit hitam, rambut keriting, perawaan kecil dan tinggi tubuh kurang dari 1,5 meter. Oleh karena itu ras ini sering disebut bangsa kate atau pygmen. Ras Negroid mendiami lereng Pegunungan Maoke di Papua seperti bangsa Tapiro, Toini dan Paseham.
2.  Ras Weddoid
Ciri-cirinya yaitu: kulit sawo matang, rambut hitam ikal, hidung pesek, tinggi badan kira-kira 1,6 meter. Ras ini mendiami wilayah Sumatra bagian barat laut (Suku Kubu), Semenanjung barat daya Sulawesi (Suku Taola dan Tokeja).
3.  Ras Neo Melanesoid
ciri-cirinya yaitu: kulit kehitam-hitaman, rambut keriting, hidung lebar, tubuh memiliki tinggi 1,6-1,7 meter dan tegap. Ras ini mendiami wilayah pantai Papua dan pulau-pulau di Dangkalan Sahul.
4.  Ras Melayu atau Paleo Mongoloid
Ciri-cirinya yaitu: kulit sawo matang kekuning-kuningan, rambut hitam lurus, tubuh kecil, tinggi badan 1,6-1,75 meter. Ras ini terbagi menjadi Proto Melayu dan Deutro Melayu.
a.  Golongan Melayu Tua (Proto Melayu)
Golongan ini memiliki kebudayaan yang masih asli. Artinya, belum mendapat pengaruh dari kebudayaan luar, seperti Islam, Hindu, Budha dan Kristen. Kepercayaan masih animisme dan dinamisme. Suku bangsa Melayu Tua dapat dilihat pada suku-suku berikut: Suku Batak (di sekitar Danau Toba), Suku Dayak (di pedalaman Kalimantan), Suku Toraja (di daerah Sulawesi Tengah).
b.  Golongan Melayu Muda (Deutro Melayu)
Golongan Melayu Muda memiliki peradaban dan kebudayaan yang lebih maju. Kebudayaan Melayu Muda telah terpengaruh kebudayaan luar yang dibawa pedagang dan pelaut. Suku yang termasuk golongan Melayu Muda, misalnya suku Jawa, suku Minangkabau, suku Bali dan suku Bugis.