Search

14 May 2015

Penawaran (supply)



1.  Pengertian penawaran
Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.
2.  Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya penawaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya penawaran diantaranya harga barang itu sendiri, biaya produksi, kemajuan teknologi, pajak, perkiraan harga di masa datang, tujuan perusahaan.
3.  Macam-macam penawaran
a)  Penawaran perorangan atau penawaran individual, yaitu jumlah barang atau jasa yang akan dijual oleh seorang produsen atau penjual terhadap sejumlah kebutuhan konsumen (pembeli).
b)  Penawaran kolektif atau penawaran pasar, yaitu keseluruhan jumlah suatu barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen-produsen di pasar.
4.  Hukum penawaran
Bunyi Hukum Penawaran: “Apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan penjual akan bertambah dan sebaliknya, apabila harga suatu barang atau jasa turun, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan penjual akan berkurang”. Hukum ini berlaku terjadinya ceteris paribus.
5.  Kurva penawaran
Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga.
Contoh:
                         Daftar penawaran buah apel:
No.
Harga buah apel tiap kg (P)
Jumlah buah apel tiap kg yang ditawar (S)
1.
Rp 2.500,00
300
2.
Rp 5.000,00
600
3.
Rp 7.500,00
900
4.
Rp 10.000,00
1200
5.
Rp 12.500,00
1500
6.
Rp 15.000,00
1800
 Dari daftar penawaran di atas, maka kurva penawarannya sebagai berikut:
Berdasarkan kurva penawaran di atas, dapat diketahui bahwa kurva bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Dengan demikian kurva penawaran mempunyai slope positif. Artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.
6.  Pergeseran kurva penawaran
Bergesernya kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kurva penawaran bergeser ke kiri, artinya jumlah penawarannya mengalami kenaikan. Namun, ketika kurva penawaran barang bergeser ke kiri, berarti terjadi penurunan penawaran barang. Perhatikanlah tabel di bawah ini!
Harga buah apel (Rp/kg)
Jumlah buah apel yang ditawarkan
Sebelum harga naik
Setelah harga naik
2.500
75
50
5.000
100
75
7.500
125
100
10.000
150
125
12.500
175
150
15.000
200
175
Gambar dari kurva penawaran berdasarkan tabel di atas sebagai berikut:

13 May 2015

Fungsi dan Peranan Pajak dalam Kehidupan Suatu Negara



1.  Sumber utama pendapatan negara; Pajak dipergunakan negara untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah, seperti: gaji pegawai, belanja barang, subsidi, dan untuk membayar cicilan utang luar negeri.
2. Sarana meningkatkan keadilan sosial dengan jalan pemerataan pendapatan. Oleh karena itu pajak akan dapat memeratakan pembangunan dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tertinggal.
3.  Sarana untuk mengatur dan melaksanakan kebijakan pemerintah.
a)  Kebijakan menaikkan pajak dilakukan pada saat negara dalam keadaan deflasi (harga barang-barang secara umum mengalami penurunan).
b)  Kebijakan meningkatkan pajak dilakukan pemerintah pada saat negara mengalami inflasi (peningkatan harga-harga barang secara umum).
4.  Perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.
5.  Sarana stabilitas ekonomi; Menurunkan tarif pajak, agar meningkatkan kesempatan kerja. Dengan tarif pajak yang rendah, perusahaan akan memproduksi barang yang banyak. Oleh karena itu membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk memproduksinya.

Sistem Ekonomi Indonesia



Sistem perekonomian Indonesia tersirat dalam Pancasila sila kelima yang merupakan landasan idiil demokrasi ekonomi Indonesia. Sedang landasan pokok perekonomian Indonesia yaitu pasal 33 ayat 3 dan 4 UUD 1945 hasil amandemen.
Perekonomian Indonesia banyak mengalami perubahan, yaitu:
1.  Pada masa Orde Lama, sistem ekonomi Indonesia lebih condong pada sistem ekonomi sosialis walaupun pada awalnya yang diterapkan adalah sistem ekonomi liberal.
2.  Pada masa Orde Baru, menganut sistem demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang berasal dari rakyat, serta dilakukan oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sistem demokrasi ekonomi adalah sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Ø     Ciri-ciri positif dari demokrasi ekonomi:
a.   Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
b.   Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c.   Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
d.  Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
e.   Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
f.   Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
g.   Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidakmerugikan kepentingan umum.
h.   Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Ø   Sistem yang harus dihindarkan dalam demokrasi ekonomi adalah:
a.   Sistem free fight liberalism, yaitu sistem yang mengajarkan persaingan bebas, di mana pihak yang kuat adalah pihak yang menang, sehingga menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa lain.
b.   Sistem etatisme, yaitu negara beserta aparatur negara bersifat dominan sehingga akan mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
c.   Pemusatan kekuatan ekonomi pada seseorang atau suatu kelompok tertentu dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
3.  Pada masa Reformasi hingga sekarang, perekonomian Indonesia berlandaskan ekonomi kerakyatan. Yang dimaksud dengan ekonomi kerakyatan yaitu tatanan ekonomi di mana aset ekonomi dalam perekonomian nasional didistribusian kepada sebanyak-banyaknya warga negara. Dukungan pemerintah terhadap sistem ekonomi ini yaitu dikeluarkannya Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/1999, tentang GBHN yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan.
Ø Ciri-ciri ekonomi kerakyatan:
a.   Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b.   Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
c.   Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemanusiaan rakyat.
d.  Tiap-tiap warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan.
e.   Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga perwakilan rakyat.
f.   Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi, seimbang, antardaerah dalam satu kesatuan perekonomian nasional dengan mendayagunakan potensi dan peran serta daerah secara optimal dalam rangka perwujuan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.
g.   Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan masyarakat.
h.   Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
i.    Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
j.    Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
k.   Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
l.    Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
m.  Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

11 May 2015

Elastisitas permintaan

A. Pengertian Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang disebut Koefisien Elastisitas permintaan (Elasticity Demand).
B. Macam-macam Elastisitas Permintaan
a)
Permintaan inelastis sempurna yaitu bila perubahan harga barang tidak berpengaruh terhadap jumlah barang/jasa yang diminta. Permintaan inelastis sempurna terjadi jika E­d = 0, artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan.
b)
Permintaan inelastis yaitu bila pengaruh perubahan barang lebih besar daripada pengaruh perubahan jumlah barang/jasa yang diminta. Permintaan inelastis terjadi jika E­d < 1, artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil.
c)
Permintaan elastis uniter yaitu bila pengaruh harga terhadap jumlah barang dan jasa yang diminta sebanding. Permintaan elastis uniter terjadi jika E­d = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama.
d)
Permintaan elastis yaitu bila pengaruh harga lebih kecil daripada pengaruh perubahan jumlah barang/jasa yang diminta. Permintaan elastis terjadi jika E­d > 1, artinya perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang lebih besar.
e)
Permintaan elastis sempurna yaitu perubahan permintaan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga. Permintaan elastis sempurna terjadi jika E­d = ~, artinya bahwa perubahan harga tidak diakibatkan oleh naik-turunnya jumlah permintaan.
C. Rumus koefisien elastisitas permintaan:
Ed     = (∆Qd/∆Pd) x (Pd/Qd)
Keterangan:
Ed    =  Koefisien elastisitas permintaan
∆Qd =  Perubahan jumlah barang dan jasa yang diminta
∆Pd  =  Perubahan harga barang
Pd    =  Harga barang
Qd   =  Jumlah barang dan jasa yang diminta
Contoh:
-   Pada saat harga barang Rp 8.000,00, jumlah barang yang diminta 150 unit. Dan saat harga barang Rp 12.000,00, jumlah barang yang diminta 115 unit. Tentukan besarnya koefisien elastisitas permintaannya!
Diketahui:
Pd = Rp 8.000,00   →  Qd = 150 unit
Pd = Rp 12.000,00 →  Qd = 115 unit
Ditanyakan: E­d = ?
Jawab:
∆Pd  = Rp 12.000,00 – Rp 8.000,00 = Rp 4.000,00
∆Qd = 150 – 115 = 35 unit
Ed     = (∆Qd/∆Pd) x (Pd/Qd)
Ed     = (35/4.000) x (8.000/150)
        = 0,46
E­d < 1, berarti termasuk dalam permintaan inelastis.