Search

18 May 2015

Golongan Penjual dan Pembeli dalam Pasar


A. Golongan Penjual
1) Penjual marginal, yaitu penjual yang memiliki harga pokok barang sama dengan harga pasar.
2) Penjual super marginal, yaitu penjual yang memiliki harga pokok barang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
3) Penjual submarginal, yaitu penjual yang memiliki harga pokok barang lebih tinggi dibandingkan harga pasar.
B. Golongan pembeli
1) Pembeli marginal, yaitu pembeli yang mempunyai daya beli sama dengan harga pasar.
2) Pembeli super marginal, yaitu pembeli yang mempunyai daya beli lebih tinggi dibandingkan harga  pasar.
3) Pembeli sub marginal, yaitu pembeli yang mempunyai daya beli lebih rendah dibandingkan harga pasar.
C. Penggolongan di atas disimpulkan:
1) Terdapat pembeli/penjual yang memperoleh keuntungan.
-   Pembeli yang memiliki kemampuan lebih tinggi (pembeli super marginal) mendapat premi konsumen.
-   Penjual yang memiliki perhitungan harga pokok di bawah harga pasar (penjual super marginal) mendapatkan premi produsen.
2) Terdapat pembeli/penjual yang menderita kerugian.
-   Pembeli sub marginal yang memiliki kemampuan membeli di bawah harga pasar.
-   Penjual sub marginal yang memiliki perhitungan harga pokok di atas harga pasar.
3) Terdapat pembeli/penjual yang impas (break even point)
-   Tidak memperoleh keuntungan dan kerugian karena harga pokok sama dengan harga pasar serta kemampuan membeli sama dengan harga pasar.

Harga Pasar (Harga Keseimbangan)


A. Pengertian harga
Harga keseimbangan adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran yang disebut equilibrium price.
B. Macam-macam harga
1)  Harga jual, yaitu harga yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan harga pokok dengan laba yang diinginkan.
2)  Harga pokok, yaitu harga keseluruhan biaya produksi yang dipergunakan untuk memproduksi suatu barang dengan ditambah biaya lain-lain.
3)  Harga objektif/harga pasar, yaitu harga yang telah disepakati antara penjual dan pembeli di dalam pasar.
4)  Harga subjektif, yaitu tafsiran harga barang oleh perorangan terhadap barang yang akan dibeli.
5)  Harga minimum, yaitu harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk melindungi para produsen/petani penghasil.
6)  Harga maksimum, yaitu harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk melindungi konsumen/pembeli.
C. Proses terbentuknya harga pasar
Harga pasar adalah harga yang terbentuk melalui proses interaksi antara penjual dan pembeli melalui proses tawar-menawar. Dan proses tawar-menawar dapat terjadi:
1)  Apabila harga terlalu tinggi, jumlah yang diminta akan rendah, sedangkan jumlah yang ditawarkan akan tinggi. Akibatnya muncul dorongan untuk menurunkan harga.
2)  Apabila harga terlalu rendah, jumlah yang diminta akan tinggi, sedangkan jumlah yang ditawarkan akan rendah. Akibatnya muncul dorongan untuk menaikkan harga.
Kedua proses di atas (kekuatan permintaan dan penawaran) akan berlangsung terus sampai diperoleh tingkat harga di mana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Harga tersebut dinamakan harga keseimbangan (equilibrium price).
Untuk memahami harga keseimbangan lewat tabel dan kurva berikut:
Harga buah apel/kg
Jumlah yang diminta
Jumlah yang ditawarkan
Rp 1.500,00
4.000
1.000
Rp 3.500,00
3.500
1.500
Rp 5.500,00
3.000
2.000
Rp 7.500,00
2.500
2.500
Rp 9.500,00
2.000
3.000
Rp 11.500,00
1.500
3.500
Rp 13.500,00
1.000
4.000
Dari tabel di atas dapat dibuat kurva keseimbangan harga sebagai berikut:
Keterangan:
1)  Harga keseimbangan terjadi pada harga Rp 7.500,00. Pada harga tersebut jumlah buah apel yang diminta = ditawar yaitu sebesar 2.500 buah apel. Angka 2.500 merupakan jumlah keseimbangan.
2)  Bila harga di atas harga keseimbangan, misalnya Rp 9.500,00 penjual menawarkan apel sebanyak 3.000 buah, sedang pembeli hanya meminta sebanyak 2.000 buah. Hal ini terjadi kelebihan penawaran sebesar 1.000 buah. Kelebihan penawaran ini disebut dengan excess supply.
3)  Bila harga berada di bawah harga keseimbangan, misalnya Rp 5.500,00 maka jumlah apel yang diminta sebesar 3.000 buah. Akan tetapi penjual hanya menawarkan bukunya sebanyak 2.000 buah. Keadaan ini terjadi kelebihan permintaan sebesar 1.000 buah. Kelebihan permintaan ini disebut excess demand atau shortage.
D. Peranan harga pasar dalam perekonomian
1)  Menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka harga akan meningkat.
2)  Menggerakkan pengusaha untuk bereaksi terhadap perubahan permintaan. Jika harga suatu barang dan jasa meningkat, pengusaha akan bergerak untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat terhadap barang dan jasa yang bersangkutan.
3)  Mempengaruhi jenis dan jumlah faktor produksi yang harus disediakan. Faktor produksi seperti modal dan tenaga kerja akan banyak digunakan untuk bidang usaha yang menghasilkan barang dan jasa berharga tinggi atau yang menghasilkan laba besar.
4)  Membantu menentukan penawaran. Berdasarkan besarnya kenaikan harga dapat diperkirakan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

Elastisitas Penawaran



Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas penawaran (Elasticity Supply).
Ø   Macam-macam elastisitas penawaran:
a)

Penawaran inelastis sempurna yaitu bila perubahan harga tidak berpengaruh terhadap jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Penawaran inelastis sempurna terjadi jika Es = 0
b)
Penawaran inelastis yaitu bila perubahan harga sedikit berpengaruh terhadap jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Penawaran inelastis terjadi jika Es < 1
c)
Penawaran elastis yaitu bila perubahan harga berpengaruh mencolok terhadap jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Penawaran elastis terjadi jika Es > 1

d)
Penawaran elastis uniter yaitu bila pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang dan jasa yang ditawarkan sebanding. Penawaran elastis uniter terjadi jika Es = 1
e)
Penawaran elastis sempurna yaitu bila pada harga tetap jumlah barang dan jasa yang ditawarkan terus mengalir. Penawaran elastis sempurna terjadi jika Es = ~
Ø   Rumus koefisien elastisitas penawaran
 Es = (∆Qs/∆Ps) x (Ps/Qs)
Keterangan:
Es     = Koefisien elastisitas penawaran
∆Qs = Perubahan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan
∆Ps  = Perubahan harga barang dan jasa yang ditawarkan
Ps    = Harga barang dan jasa yang ditawarkan
Qs    = Jumlah barang dan jasa yang ditawarkan
Contoh:
-    Pada saat harga barang Rp 14.000,00, jumlah barang yang ditawarkan 115 unit. Dan saat harga barang Rp 9.500,00 jumlah barang yang ditawarkan 154 unit. Maka besarnya koefisien elastisitas penawaran dan jenisnya?
Diketahui:
Ps      = Rp 14.000,00                       Qs  = 115 unit
Ps      = Rp 9.500,00                         Qs  = 154 unit
∆Qs   = 154 – 115 = 39 unit
∆Ps    = Rp 14.000,00 – Rp 9.500,00 = Rp 4.500,00
Ditanyakan: Es = ?
Jawab:
Es = (∆Qs/∆Ps) x (Ps/Qs)
Es = (39/4.500) x (14.000/115)
     = 1,05
Es > 1,05 berarti termasuk dalam penawaran elastis.