19 January 2015

Pelaku-Pelaku Ekonomi


A. Pelaku-pelaku Utama dalam Perekonomian Indonesia
Pelaku ekonomi adalah pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar para pelaku kegiatan ekonomi dapat digolongkan menjadi:
a.  Rumah tangga keluarga (RTK), merupakan unit terkecil dalam perekonomian Indonesia. Kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam unit ini meliputi kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi. Faktor-faktor produksi pada RTK diantaranya tenaga kerja, tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti tanah dan bangunan). Penghasilan yang didapat RTK berasal dari usaha sendiri, bekerja pada pihak lain, menyewakan faktor produksi.
b.  Perusahaan adalah organisasi yang mengolah sumber daya untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, distribusi.
c.  Pemerintah berperan sebagai pengatur ekonomi selain itu sebagai pelindung, pemberi arah, pembina dan pendorong ke arah yang baik dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
d.  Masyarakat luar negeri merupakan rumah tangga perusahaan atau negara-negara di dunia. Kegiatan masyarakat luar negeri berupa konsumsi dan produksi. Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian diantaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan produktifitas tenaga kerja, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan devisa negara.

B. Sektor Usaha Formal
1.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN adalah perusahaan yang modalnya mayoritas dimiliki oleh negara atau bahkan seluruh modalnya dari negara. Berdirinya BUMN merupakan perwujudan UUD 1945 pasal 33 ayat 2, 3, 4.
a.  Ada pun jenis-jenis BUMN antara lain
1.  Perusahaan Jawatan (Perjan) yaitu perusahaan negara yang modalnya berasal dari negara yang ditetapkan melalui APBN. Perjan biasanya melayani kepentingan masyarakat luas dalam bidang jasa. Contohnya yaitu Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang berubah menjadi PT KAI.
2.  Perusahaan Umum (Perum) yaitu perusahaan negara yang modalnya dari kekayaan negara yang telah dipisahkan dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kepentingan umum yang vital. Contohnya Perum Pegadaian, Perum Kereta Api (Perumka), Perum Damri.
3.  Perusahaan Persero (Persero) yaitu perusahaan negara di mana masyarakat umum dapat ikut serta memiliki atau menanamkan modalnya dalam perusahaan tersebut. Misalnya: PT Telkom, PT PLN, PT BRI, PT Garuda Indonesia, PT Pos Indonesia, PT Pelni dan PT Aneka Tambang.
b.  Peranan didirikan BUMN
1.  Sebagai pelaku kegiatan ekonomi.
2.  Sebagai perencana, pembimbing dan pengarah kegiatan ekonomi.
3.  Memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
c.  Tujuan didirikan BUMN
1.  Memberikan pelayanan atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. BUMN mempunyai misi sebagai pengimbang kekuatan-kekuatan ekonomi di pasar dan menunjang pelaksanaan kebijakan negara.
2.  Menjadi salah satu sumber pendapatan negara.
3.  Membuka lapangan kerja.
4.  Mencegah terjadinya monopoli oleh swasta.
2.  Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
BUMS adalah suatu badan usaha di mana modalnya dimiliki oleh swasta yang dimiliki seseorang atau beberapa orang. Macam-macam dari badan usaha diantaranya perusahaan perseorangan, firma, persekutuan komanditer, perseroan terbatas, yayasan, kartel, joint venture.
a.  Beberapa contoh perusahaan swasta yang ada di Indonesia, antara lain:
1.  Perusahaan swasta nasional, misalnya: PT Astra International (industri mobil dan motor); PT Gobel Dharma Nusantara (industri elektronik); PT Kanindotex (industri tekstil); PT Indomobil (industri perakitan mobil).
2.  Perusahaan swasta asing yang bekerja sama dengan Indonesia, misalnya: PT Copperindo Utama (industri pengolahan tembaga dengan Taiwan di Sukahayu, Tasikmalaya); PT International Nickel Indonesia yang sekarang menjadi PT Vale Indonesia, industri pengolahan nikel dengan Canada di Soroako, Sulawesi Tengah); PT Caltex Pacifik Indonesia, (industri minyak dan gas dengan Amerika Serikat di Dumai dan Duri Provinsi Riau); PT Nixon Mobil (industri minyak dan gas dan Amerika Serikat di Arun, Aceh).
b.  Peranan BUMS dalam kegiatan ekonomi adalah: membantu pemerintah meningkatkan perekonomian bangsa melalui ekspor dan impor, membantu pemerintah mengelola cabang-cabang produksi yang tidak ditangani oleh pemerintah, membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran, sebagai mitra kerja pemerintah dalam mengelola sumber daya alam.
c.  Tujuan BUMS adalah mendapatkan keuntungan dari penjualan barang/jasa yang diproduksinya.
3.  Koperasi
a.  Pengertian
Koperasi berasal cooperation yang berarti usaha/bekerja. Jadi yang dimaksud dengan koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Berdasarkan UU no. 25 tahun 1992 pasal 1, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasar prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas kekeluargaan.
Berdirinya koperasi merupakan perwujudan dari UUD 1945 pasal 33 ayat 1. Berdasarkan pasal tersebut koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan bagian yang tidak terpisahkan dari perekonomian nasional.
b.  Struktur organisasi koperasi
1.  Rapat anggota adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh atau sebagian besar anggota koperasi dan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
2.  Pengurus koperasi adalah perangkat yang menjalankan koperasi.
3. Pengawas koperasi adalah salah satu perangkat organisasi koperasi, dan menjadi suatu lembaga/badan struktural koperasi.
Kekuasaan tertinggi koperasi pada rapat anggota tahunan. Koperasi dijalankan oleh pengurus dan diawasi oleh pengawas. Pengurus diangkat dan dipilih pada rapat anggota tahunan. Oleh sebab itu pengurus dan pengawas harus mempertanggungjawabkan kegiatannya pada rapat anggota tahunan.
c. Permodalan koperasi
1.  Modal sendiri koperasi didapat dari
a.  Simpanan pokok adalah simpanan yang berasal dari tiap-tiap anggota. Besarnya Simpanan Pokok sama dan dibayar hanya satu kali selama menjadi anggota.
b.  Simpanan wajib adalah simpanan yang besarnya sama untuk tiap-tiap anggota dan dibayar setiap bulan.
c.  Dana Cadangan merupakan sejumlah dana miliki koperasi yang disisihkan untuk jaga-jaga.
d.  Hibah (sumbangan).
2. Modal Pinjaman didapat dari
a.  Simpanan sukarela adalah simpanan yang jumlah dan waktu penyimpanannya tidak ditentukan.
b.  Bank.
c.  Lembaga keuangan lain.
d.  Prinsip-prinsip koperasi Indonesia
Berdasarkan UU RI No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian pada pasal 5 disebutkan bahwa prinsip dari koperasi yaitu:
1.  Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2.  Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3.  Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
4.  Modal diberi balas jasa secara terbatas.
5.  Koperasi bersifat mandiri.
e.  Tujuan koperasi Indonesia
Koperasi memiliki tujuan diantaranya: memajukan kesejahteraan anggotanya; menciptakan kemakmuran masyarakat; ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasar Pancasila dan UUD 1945.
f.  Peranan koperasi Indonesia
Berdasrkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian pada pasal 4 menyatakan bahwa peranan koperasi yaitu:
1.  Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
2.  Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.  Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4.  Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
g.  Ciri-ciri koperasi Indonesia
1.  Koperasi merupakan kumpulan orang atau badan hukum koperasi dan bukan kumpulan modal, sehingga penggunaan modal tidak boleh mengurangi makna dan mengaburkan pengertian koperasi.
2.  Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi. Sebab, para anggota bekerja sama berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban.
3.  Koperasi adalah milik anggota, sehingga diatur dan diurus sesuai dengan keinginan anggota.
4.  Kekuasaan tertinggi dalam koperasi berada di tangan rapat anggota.
5.  Segala kegiatan koperasi harus didasarkan kesadaran anggota.
6.  Tujuan koperasi harus benar-benar merupakan kepentingan bersama para anggota.
7.  Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) berdasarkan jasa masing-masing anggota.
h.  Manfaat koperasi
1.  Manfaat koperasi di bidang ekonomi diantaranya meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya, menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah, menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan, menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan koperasi, melatih masyarakat untuk hidup hemat dan lebih efektif.
2.  Manfaat koperasi di bidang sosial diantaranya mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram, mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi atas rasa kekeluargaan, mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerjasama dan semangat kekeluargaan.
i.   Jenis-jenis usaha koperasi
1.  Koperasi konsumsi adalah adalah koperasi yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. Contoh koperasi sekolah yang menjual berbagai barang kebutuhan siswa yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
2.  Koperasi produksi adalah koperasi yang kegiatan utamanya melakukan pengolahan bahan baku hingga menghasilkan barang. Contohnya koperasi pengrajin batik, koperasi peternakan, koperasi pengusaha percetakan.
3.  Koperasi pemasaran adalah koperasi yang dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan. Contohnya koperasi pemasaran elektronik, koperasi alat-alat tulis kantor, dan sebagainya.
4.  Koperasi kredit (simpan pinjam) adalah koperasi yang menerima tabungan dari anggotanya dan memberi pinjaman kepada anggot dengan syarat yang mudah dan angsuran ringan. Contonya koperasi simpan pinjam petani tembakau, koperasi simpan pinjam nelayan tambak.
5.  Koperasi jasa ialah koperasi yang memberi layanan atau jasa kepada para anggotanya. Contohnya koperasi angkutan, koperasi perumahan, koperasi asuransi.

15 January 2015

Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi


A. Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia Tidak Terbatas
1.  Pengertian kelangkaan
Kelangkaan (scarcity) adalah atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan manusia. Dengan situasi seperti ini, maka manusia harus menentukan sejumlah pilihan dan mengorbankan pilihan lainnya. Kelangkaan di sini dapat diakibatkan adanya keterbatasan sumber daya yang ada. Di mana sumber daya tersebut terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, sumber daya kewirausahaan.
2.  Usaha manusia dalam mengatasi kelangkaan
a.  Membuat skala prioritas kebutuhan
Adanya kelangkaan membuat manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mementingkan kebutuhan yang paling utama/penting terlebih dahulu kemudian baru pemenuhan kebutuhan penunjangnya. Dalam hal ini, pemenuhan kebutuhan hidup berdasarkan urutan kepentingannya disebut skala prioritas. Alur dari skala prioritas yaitu prioritas pertama terdiri dari kebutuhan primer, kebutuhan sekarang, kebutuhan jasmani; prioritas kedua terdiri dari kebutuhan sekunder, kebutuhan masa datang, kebutuhan rohani; prioritas ketiga yaitu kebutuhan tersier.
b.  Cara mengantisipasi sumber daya yang langka
Kebutuhan manusia tidak akan terbatas karena akan semakin bertambah akan tetapi alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas, hal ini yang disebut dengan keterbatasan sumber daya. Untuk mengatasi keterbatasan SDA maka dapat dilakukan penghematan. Kalau mengatasi keterbatasan SDM dapat dilakukan peningkatan fasilitas pendidikan yang baik. Untuk keterbatasan sumber daya modal, pemerintah dapat memberi bantuan modal kepada pengusaha menengah ke bawah. Sedang untuk mengatasi keterbatasan kewirausahaan, dapat dilakukan pelatihan-pelatihan kerja selain itu dapat mendatangan tenaga ahli.
3.  Faktor yang mempengaruhi kebutuhan
a.  Tingkat pendidikan; Orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memiliki kebutuhan berbeda dengan orang yang memiliki pendidikan rendah.
b.  Kebudayaan; Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Perbedaan itu memengaruhi kebutuhan masing-masing daerah.
c.  Tempat; Kebutuhan orang di kota berbeda dengan kebutuhan orang di desa.
d.  Waktu; Pada waktu musim hujan, banyak orang membutuhkan jas hujan dan payung. Sebaliknya, pada musim kemarau barang tersebut tidak dibutuhkan.
e.  Agama; Dengan adanya perbedaan agama, maka berbeda pula cara beribadahnya sehingga akan berbeda pula kebutuhannya.
3.  Macam-macam kebutuhan
a.  Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya
1.  Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan paling utama yang harus dipenuhi demi kelangsungan hidup. Contoh pangan, papan, sandang, kesehatan.
2.  Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer. Contoh perabot rumah tangga, pendidikan, alat olah raga dan sebagainya.
3.  Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan akan barang mewah. Contoh villa, mobil, perhiasan, dan lain-lain.
b.  Kebutuhan menurut sifatnya
1.  Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh jasmani atau fisik manusia agar dapat hidup dengan sehat. Contohnya makanan dan minuman, pakaian.
2.  Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan yang dapat memuaskan kepentingan rohani dan jiwa manusia, misalnya rekreasi, pendidikan, ceramah agama.
c.  Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya
1.  Kebutuhan sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi pada saat sekarang dan tidak boleh ditunda-tunda. Contoh obat untuk orang sakit, makanan bagi yang lapar.
2.  Kebutuhan masa depan, yaitu kebutuhan yang pemenuhannya masih dapat ditunda, namun perlu dipersiapkan untuk keperluan akan datang. Contoh menabung, asuransi.
d.  Kebutuhan menurut subjeknya
1.  Kebutuhan individual, yaitu kebutuhan yang pemuasannya untuk diri sendiri. Contoh kebutuhan peralatan sekolah oleh pelajar, kebutuhan motor oleh pembalap.
2.  Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan yang bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan umum atau orang banyak. Contoh jalan raya, pasar, rumah sakit, tempat ibadah.
e.  Kebutuhan menurut wujudnya
1.  Kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa alat-alat yang dapat diraba, dilihat, dan mempunyai bentuk. Contoh rumah untuk berteduh, makan dan minum untuk menghilangkan lapar dan haus.
2.  Kebutuhan spiritual, yaitu kebutuhan yang dihubungkan dengan benda-benda tak berwujud. Contoh orang Islam bersembahyang di Masjid, orang Budha sembahyang di Wihara, orang Hindu bersembahyang di Pura.

B. Alat Pemenuhan Kebutuhan Manusia
1.  Macam-macam alat pemuas kebutuhan
a.  Menurut kelangkaannya
1.  Barang ekonomi, yaitu barang yang cara memperolehnya dengan pengorbanan. Contoh makanan, minuman, pakaian, rumah dan sebagainya.
2.  Barang bebas, yaitu barang yang cara memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan. Contoh es di kutub, sinar matahari, pasir di gurun, dan sebagainya.
3.  Barang ilith, yaitu barang yang berguna bila jumlahnya mencukupi, tetapi berbahaya bila berlebihan. Contoh air saat banjir, api saat kebakaran.
b.  Berdasarkan hubungannya dengan barang lain
1.  Barang pengganti, yaitu barang yang digunakan untuk menggantikan barang lain. Contoh beras diganti jagung, bus diganti kereta api, kursi diganti tikar.
2.  Barang pelengkap, yaitu barang yang menjadi pelengkap dari barang lain. Contoh gula dengan kopi, meja dengan kursi, motor dengan bensin.
c.  Menurut kedudukannya dalam proses pembuatannya
1.  Barang mentah, yaitu barang utama yang dipakai untuk menghasilkan barang lebih lanjut. Contoh gandum, kapas, getah karet.
2.  Barang setengah jadi, yaitu barang hasil proses sebelumnya yang akan dipakai untuk menghasilkan barang lebih lanjut. Contoh benang, kayu, kain.
3.  Barang jadi, yaitu barang yang sudah melalui tahap akhir dalam proses produksi dan siap untuk dikonsumsi. Contoh kue, meja, pakaian, dan kursi.
d.  Menurut tujuan penggunaannya
1.  Barang konsumsi, yaitu barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh makan dan minuman, pakaian, sepatu.
2.  Barang produksi, yaitu barang yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang kebutuhan manusia. Contoh mesin penggiling padi.
e.  Menurut segi jaminannya
1.  Barang bergerak, yaitu barang yang fungsinya sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman (kredit) dalam jangka pendek. Contoh sepeda, sepeda motor, perhiasan.
2.  Barang tidak bergerak, yaitu barang yang fungsinya digunakan untuk jaminan mendapatkan pinjaman jangka panjang. Contoh tanah, gedung, pabrik.
2.  Kegunaan barang
1.  Kegunaan bentuk (form utility), yaitu kegunaan suatu benda karena perubahan bentuknya, misal kayu diubah menjadi meja.
2.  Kegunaan tempat (place utility), yaitu kegunaan suatu benda setelah dibawa ke tempat lain, misal batu di sungai akan bemanfaat jika dibawa ke kota untuk bahan bangunan.
3.  Kegunaan waktu (time utility), yaitu kegunaan suatu benda karena sesuai dengan waktu pemakaiannya, misal obat pada saat sakit.
4.  Kegunaan kepemilikan (ownership utility), yaitu kegunaan benda karena dimiliki oleh orang yang membutuhkan, misal cangkul di toko lebih berguna bila dimiliki petani.
5.  Kegunaan pelayanan (service utility), misal seorang guru les yang mengajar pada murid-muridnya.