15 November 2016

Badan Kerjasama Ekonomi Untuk Indonesia

A.  IGGI (Inter Govermental on Indonesia)
Awal Orde Baru, kondisi perekonomian Indonesia sangatlah parah di mana tingkat inflasi mencapai 600%. Keadaan ini membuat pemerintah melakukan penjadwalan kembali utang lama. Pada bulan September 1966, atas prakarsa Jepang diadakan pertemuan untuk membicarakan utang luar negeri Indonesia yang bertempat di Tokyo. Pertemuan dilanjutkan di Paris, Prancis pada Desember 1966 yang menghasilkan kesepakatan tentang rencana penjadwalan kembali pembayaran utang lama Indonesia.
Pembicaraan utang baru yang diperlukan Indonesia dilakukan dalam pertemuan di Den Haag (Belanda) pada Februari 1967. Pertemuan tersebut dikenal IGGI, yang dihadiri Amerika Serikat, Belanda, Indonesia, Inggris, Italia, Jerman Barat, dan Jepang. Kriteria pemberian bantuan yang disetujui dalam pertemuan tersebut yaitu bantuan tidak boleh dikaitkan dengan ikatan politik, pembayaran utang harus sebatas kemampuan Indonesia, bantuan tersebut akan digunakan untuk pembiayaan proyek produktif yang bermanfaat bagi Indonesia.
Adanya masalah kemanusiaan di Timor-Timur pada November 1991, Belanda, Denmark dan Kanada menghentikan bantuannya kepada Indonesia. Di samping itu, Belanda juga mengkritik kebijakan pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia yang dianggap tidak mempedulikan hak asasi penggunaannya. Pemerintah Indonesia merasa bahwa hal ini menyalahi kesepakatan karena utang luar negeri tidak boleh dikaitkan dengan masalah politik. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia membubarkan forum IGGI pada 22 Maret 1992 dan menolak segala bentuk bantuan utang dari pemerintah Belanda.
B.  CGI (Consultative Group for Indonesia)
CGI merupakan merupakan lembaga kerjasama bentukan Bank Dunia yang membantu Indonesia dalam melaksanakan pembangunan dan melakukan stabilitas dengan cara memberikan bantuan pangan dan nonpangan, serta kredit dengan syarat lunak. CGI berdiri pada tahun 1992 sebagai pengganti IGGI.
CGI beranggotakan lembaga-lembaga keuangan internasional dan negara-negara donor bagi Indonesia. Negara anggota antara lain: Jerman, Inggris, Korea Selatan, AS, Jepang, Swiss, Italia, Perancis, Belgia, Denmark, Austria, Kanada, Spanyol, Norwegia, Australia, Finlandia, dan Selandia Baru.

No comments: