12 November 2016

Gerakan Non Blok (GNB)


1.   Latar belakang lahirnya GNB
Berakhir Perang Dunia II terbentuk 2 blok, yaitu Blok Barat dipimpin Amerika Serikat yang beridiologi liberal, sedang blok Timur dipimpin Uni Soviet yang beridiologi komunis. Kedua blok tersebut saling bersaing untuk menanamkan pengaruhnya di dunia, sehingga terjadi kekhawatiran dari Negara lain bila Amerika Serikat dan Uni Soviet melakukan perang nuklir.
Berikut beberapa hal yang mendorong terbentuknya GNB: Terjadinya perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang dikendalikan oleh dua negara adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet; Adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka akibat pertentangan antara kedua negara adidaya tersebut; Didorong oleh semangat KAA di Bandung pada tahun 1955; Terbentuknya Dokumen Brioni (pertemuan di Brioni, Yugoslavia); Dibangunnya Tembok Berlin yang mempertajam ketegangan dunia; Terjadinya Krisis Kuba (Uni Soviet membangun pangkalan rudal di Kuba yang dianggap mengancam keamanan Negara Amerika Serikat).
2.   Pembentukan Gerakan Nonblok
GNB disebut gerakan Non Aligned Movement (tidak memihak/netral) antara Blok Barat dengan Blok Timur. Yang memprakarsai berdirinya GNB diantaranya: Indonesia (Presiden Soekarno), Mesir (Presiden Gamal Abdul Nasser), Yugoslavia (Presiden Yoseph Broz Tito), Ghana (PM Kwame Nkrumah), India (PM Shri Pandit Jawarhalal Nehru).
3.   Kegiatan-kegiatan GNB
a)   Bidang politik dan perdamaian dunia, yaitu mengupayakan penyelesaian perselisihan antarnegara dengan cara-cara damai.
b)   Bidang ekonomi, yaitu memperjuangkan terwujudnya “Tata Ekonomi Dunia Baru” melalui berbagai langkah, antara lain sebagai berikut:
-     Dialog Utara-Selatan, yaitu pertemuan negara maju dengan negara berkembang untuk membicarakan kerjasama saling menguntungkan.
-     Kelompok 77, yaitu konferensi yang dilakukan oleh 7 negara maju atau negara industri dengan 7 negara untuk membicarakan kerjasama saling menguntungkan.
-     Negosiasi global, yaitu kerjasama yang sifatnya tidak terikat dengan negara tertentu, sifatnya global (menyeluruh/umum) dengan prinsip saling menguntungkan.
-     Kerjasama Selatan-Selatan, yaitu kerjasama dengan sesama negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan-ketergantungan terhadap negara maju.
Berdasarkan langkah-langkah ini diharapkan “Tata Ekonomi Dunia Baru” cepat terwujud. Tata Ekonomi Dunia Baru, yaitu tata ekonomi yang tidak lagi dikendalikan/didominasi oleh negara-negara maju.
4.   Konferensi Tingkat Tinggi GNB
a)   KTT GNB I, di Beograd (Yugoslavia) pada tanggal 1-6 September 1961. Hasil konferensi yaitu membahas tentang upaya penghentian praktik imperialisme dan kolonialisme, mencegah percobaan senjata nuklir, serta mendamaikan blok Barat dan blok Timur.
b)   KTT GNB II, di Kairo (Mesir) pada tanggal 5-10 Oktober 1964. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha perdamaian dunia dan kerjasama ekonomi.
c)   KTT GNB III, di Luzaka (Zambia) pada tanggal 8-10 September 1970. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha perdamaian dunia, peningkatan kesejahteraan, dan kemakmuran negara-negara berkembang.
d)   KTT GNB IV, di Algiers (Aljazair) pada tanggal 5-9 September 1973. Hasil konferensi yaitu membahas usaha peningkatan kerjasama dan saling pengertian antarnegara berkembang, serta meredakan ketegangan di Timur Tengah, pergolakan di Rhodesia, dan diskriminasi ras di Afrika Selatan.
e)   KTT GNB V, di Colombo (Sri Lanka) pada tanggal 16-19 September 1976. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha menghindari ancaman perang nuklir, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan antarnegara berkembang.
f)   KTT GNB VI, di Havana (Kuba) pada tanggal 3-9 September 1979. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha mewujudkan tatanan ekonomi dunia baru untuk negara berkembang dan mengusulkan negosiasi global untuk membentuk kerjasama yang bersifat global.
g)   KTT GNB VII, di New Delhi (India) pada tanggal 7-12 Maret 1983. Hasil konferensi yaitu menghasilkan “The New Delhi Message” yang berisi dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan Namibia, serta usaha memecahkan krisis ekonomi dunia dengan membentuk “Tatanan Ekonomi Dunia Baru”.
h)   KTT GNB VIII, di Harare (Zimbabwe) pada tanggal 1-6 September 1986. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha mengakhiri pertikaian antara Irak dan Iran.
i)    KTT GNB IX, di Beograd (Yugoslavia) pada tanggal 4-7 September 1989. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha memperjuangkan kerjasama dan dialog antarnegara Selatan.
j)    KTT GNB X, di Jakarta (Indonesia) pada tanggal 1-6 September 1992. Hasil konferensi yaitu menghasilkan Jakarta Message atau Pesan Jakarta yang berisi tentang pembahasan masalah kependudukan, penyelesaian utang luar negeri, pembentukan cadangan pangan bersama, peningkatan kerjasama negara Utara-Selatan, maupun antarnegara Selatan.
k)   KTT GNB XI, di Cartagena (Kolombia) pada tanggal 16-22 Oktober 1995. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha penataan kembali dan demokrasi di forum PBB.
l)    KTT GNB XII, di Durban (Afrika Selatan) pada tanggal 1-6 September 1998. Hasil konferensi yaitu membahas tentang usaha demokratisasi dalam hubungan antarnegara di seluruh dunia.
m)  KTT GNB XIII, di Kuala Lumpur (Malaysia) pada tanggal 20-25 Februari 2003. Hasil konferensi yaitu membahas tentang revitalisasi GNB dan usaha meredakan Perang Teluk III.
n)   KTT GNB XIV, di Havana (Kuba) pada tanggal 1-6 September 2006. Hasil konferensi yaitu menghasilkan deklarasi yang mengutuk serangan Israel atas Lebanon, mendukung program nuklir Iran, mengritik kebijakan negara Amerika Serikat, dan menyerukan kepada PBB agar lebih berpihak kepada negara kecil dan berkembang.
o)   KTT GNB XV, di Sharm El-Sheikh, Mesir tanggal 11-16 Juli 2009. Menghasilkan sebuah Final Document yang merupakan sikap, pandangan dan posisi GNB tentang semua isu dan permasalahan internasional dewasa ini. KTT ke-15 GNB menegaskan perhatian GNB atas krisis ekonomi dan moneter global, perlunya komunitas internasional kembali pada komitmen menjunjung prinsip-prinsip pada Piagam PBB, hukum internasional, peningkatan kerja sama antara negara maju dan berkembang untuk mengatasi berbagai krisis saat ini.
p)   KTT GNB XVI, di Teheran (Iran), pada tanggal 26-31 Agustus 2012. Merumuskan pernyataan dukungan untuk Palestina . Deklarasi itu menegaskan hak-hak sah rakyat Palestina, kemerdekaan Palestina dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya, dan hak pengungsi untuk kembali. KTT juga mendukung upaya-upaya untuk mencapai rekonsiliasi Palestina berdasar kesepakatan Kairo dan Doha, serta solidaritas terhadap tawanan Palestina.
q)   KTT GNB XVII, di Karakas Venezuela pada 17 - 18 September 2016.
5.   Peran Indonesia dalam GNB
a)   Indonesia berperan sebagai pelopor berdirinya GNB. Sejak dalam gagasan pembentukan GNB, Indonesia sudah berperan penting. Bersama Jawaharlal Nehru yang juga pelopor KAA, Presiden Soekarno menggagas pembentukan GNB. Akhirnya bersama empat pemimpin negara India, Ghana, Yugoslavia, dan Mesir, Indonesia mendeklarasikan berdirinya GNB. Indonesia juga aktif dalam persiapan penyelenggaraan KTT GNB di Beograd.
b)   Dalam KTT GNB X tahun 1992, Indonesia berperan sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT dan Presiden Soeharto bertindak sebagai ketua GNB.
c)   Indonesia memprakarsai kerjasama teknis di beberapa bidang misalnya bidang pertanian dan kependudukan.
d)   Indonesia mencetuskan upaya menghidupkan kembali dialog Utara-Selatan.

No comments: