08 June 2015

Keadaan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya sebelum G 30 S/PKI



A. Kondisi politik
Pada masa itu, kondisi politik di Indonesia sangat panas. Karena terjadi ketegangan sosial politik yang sangat mencolok. Selain itu adanya rasa saling curiga antarpartai politik. Kecurigaan tersebut juga merasuki kalangan ABRI dengan partai politik dan Presiden. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan pengaruh dan dominasi di masyarakat.
B. Kondisi ekonomi
Kondisi ekonomi tidak jauh dengan kondisi politik di Indonesia pada saat itu. Pada saat itu terjadi krisis ekonomi nasional yang hebat. Dengan lahirnya Nasakom, membuat PKI semakin berpengaruh dalam sendi kehidupan. Atas pengaruh PKI, banyak terjadi aksi demonstrasi untuk menaikkan gaji buruh, pembagian tanah, dan sebagainya. PKI semakin berkuasa setelah memperoleh banyak dukungan dari para petani, buruh kecil atau pegawai rendah sipil maupun militer, seniman, wartawan, guru, mahasiswa, dosen, intelektual, dan para perwira ABRI. Hal ini membuat pemerintahan dalam keadaan yang guncang.
C. Kondisi sosial budaya
Kondisi politik dan ekonomi yang semakin tegang berdampak pada sosial budaya masyarakat. PKI dan para pendukungnya yang semakin mendapat pengaruh sering mengancam dan melakukan tindak kekerasan lainnya. Hal ini seperti yang dialami oleh para pemuda yang tergabung dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Ketika sedang melakukan pelatihan di Kanigoro Kediri Jawa Timur pada bulan Januari 1965, para pendukung PKI menyerbu peserta pelatihan. Tindakan serupa juga dilakukan terhadap umat Hindu di Bali yang sedang melakukan ibadah. Tindakan PKI ini akhirnya juga dibalas oleh para kelompok yang anti PKI sehingga masyarakat menjadi semakin resah karena seringkali terjadi pertikaian fisik.

No comments: