08 June 2015

Pemberontakan Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta)


      Pemberontakan ini didalangi oleh Letkol. Ventje Sumual yang terjadi di Sulawesi Utara dan Tengah. Usaha-usaha pemberontakannya yaitu mengikrarkan Permesta tanggal 1 Mei 1957 oleh Letkol Ventje Sumual, gubernur Makassar bersama tokoh masyarakat; memengaruhi rakyat dan Angkatan Perang RI (APRI); adanya dukungan dari Letkol. Somba (Kodam Sulawesi Utara dan Tengah) mendukung PRRI pada tanggal 17 Februari 1957.
Usaha-usaha pemerintah dalam mengatasi gerakan Permesta adalah: Penyelesaian dengan cara damai dengan mengirim misi yang dipimpin Maengkon, tetapi tidak berhasil; Menggelar operasi penumpasan yang diberi nama Operasi Merdeka yang dipimpin oleh Letkol. Rukminto Hadiningrat.
Operasi ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain: Komando operasi Merdeka yang dipimpin Letkol Rukminto Hendraningrat; Operasi Saptamarga I dipimpin Letkol Sumarsono, menumpas Permesta di Sulawesi Utara bagian Tengah; Operasi Saptamarga II dipimpin Letkol Agus Prasmono dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan; Operasi Saptamarga III dipimpin Letkol Magenda dengan sasaran kepulauan sebelah Utara Manado; Operasi Saptamarga IV dipimpin Letkol Rukminto Hendraningrat, menumpas Permesta di Sulawesi Utara; Operasi Mena I dipimpin Letkol. Pieters dengan sasaran Jailolo; Operasi Mena II  dipimpin Letkol. KKO Hunhols dengan sasaran merebut lapangan udara Morotai di sebelah utara Halmahera.
Pada pertengahan tahun 1961, Permesta dapat dipadamkan. Ternyata PRRI dan Permesta mendapat dukungan dari seorang AURI yaitu Letnan Udara II Daniel Alexander Maukar. Pada tanggal 9 Maret 1960 dengan pesawat MIG 17, Istana Bogor, Istana merdeka dan komplek Tanjung Priok ditembaki Daniel Alexander Maukar. Tindakan Maukar disusul oleh gerakan beberapa anggota Kavaleri Bandung pada tanggal 27 Maret 1960. Tujuannya untuk memaksa pemerintah mengadakan perundingan dengan pihak Permesta. Pada tanggal 16 Juli 1960, Maukar dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Angkatan Udara.

No comments: