03 June 2015

Macam-Macam Stratifikasi Sosial


A. Stratifikasi sosial dalam bidang ekonomi
Pelapisan sosial dalam bidang ekonomi akan membedakan penduduk masyarakat menurut penguasaan dan kepemilikan materi. Dalam pelapisan ini, pendapatan, kekayaan dan pekerjaan akan membagi anggota masyarakat ke dalam beberapa lapisan satau kelas-kelas ekonomi.
Berdasar pada kepemilikan tanah maka dapat diketahui pelapisan masyarakat di Indonesia yaitu:
1.  Petani pemilik tanah terbagi lagi dalam beberapa lapisan yaitu petani pemilik tanah lebih dari 2 hektar, petani pemilik tanah lebih antara 1-2 hektar, petani pemilik tanah lebih antara 0,25-1 hektar, petani pemilik tanah lebih kurang dri 0,25 hektar.
2.  Petani penyewa dan petani penggarap diantaranya mereka yang menyewa tanah dan menggarap tanah milik petani lain (biasanya menggunkan sistem bagi hasil).
3.  Buruh tani, yaitu tenaga kerja yang bekerja kepada para pemilik tanah, petani penyewa, petani penggarap.
Pelapisan ekonomi ini juga meliputi pembagian kelas menurut jenis pekerjaannya. Di mana pekerjaan yang membutuhkan pendidikan, keahlian  maupun ketrampilan akan dihargai lebih tinggi bila dibanding yang tidak memiliki hal di atas.
B. Stratifikasi sosial dalam hal status sosial
Pelapisan sosial dengan dalam status sosial ini meliputi kedudukan dan peran. Kedua unsur ini merupakan unsur baku dalam sistem lapisan dan mempunyai arti yang penting bagi sistem sosial.
Kedudukan adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan kedudukan sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya, sehubungan dengan orang-orang lain di dalam lingkungan pergaulannya, prestise, dan hak-hak serta kewajibannya.
Peran adalah penentu apa yang diperbuatnya bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang diberikan oleh masyarakat. Peran berfungsi untuk menyesuaikan, perilaku individu dengan perilaku orang-orang sekelompoknya.
C. Stratifikasi sosial dalam bidang politik
Stratifikasi sosial dalam bidang politik merupakan pembagian anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimilikinya. Di dalam setiap masyarakat selalu terdapat garis-garis batas yang tegas antara penguasa dan masyarakat yang dikuasai sehingga kita mengenal kelompok pemerintah dan kelompok rakyat yang diperintah.
Menurut Mac lver, ada tiga pola unsur sistem lapisan kekuasaan atau piramida kekuasaan, yaitu:
1.  Tipe kasta adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku. Tipe seperti ini biasanya terdapat pada masyarakat berkasta, di mana hampir tidak terjadi gerak sosial vertikal. Garis pemisah antara masing-masing lapisan hampir tak mungkin ditembus. Pada lapisan tertinggi diduduki oleh raja diikuti para bangsawan, tentara. Lapisan berikutnya para pelayan, petani atau buruh tani dan lapisan terendah yaitu para budak.
2.  Tipe oligarkis adalah sistem lapisan kekuasaan yang menggambarkan garis pemisah tegas, tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat. Di setiap lapisan terdapat lapisan yang khusus lagi, sedangkan perbedaan satu lapisan dengan lapisan yang lainnya tidak terlihat mencolok. Pada lapisan ini dijumpai pada masyarakat feodal yang telah berkembang.
3.  Tipe demokratis adalah tipe kekuasaan yang menunjukkan kenyataan akan adanya garis pemisah antarlapisan yang sifatnya mudah bergerak. Kelahiran tidak menentukan kedudukan seseorang, yang terpenting adalah kemampuan dan kadang-kadang juga faktor keberuntungan.

No comments: