11 June 2015

Uang


A. Sejarah Perkembangan Uang
Sebelum dikenal adanya uang, masyarakat dalam memperoleh barang dengan cara tukar menukar barang sesuai kesepakatan, cara ini disebut barter. Tetapi sistem ini banyak kesulitannya, diantaranya nilai suatu benda tidak dapat berlaku secara umum, sulit menemukan orang yang sama-sama saling membutuhkan barang yang ingin ditukarkan, nilai benda tidak mempunyai nilai pecahan, benda yang akan dijadikan barang barter sukar disimpan atau dibawa kemana-mana.
Oleh karena itu masyarakat selalu mencari barang-barang tertentu dan menetapkan fungsinya sebagai uang maka barang-barang inilah yang disebut uang barang. Akan tetapi hal ini juga masih ada kesulitannya diantaranya belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan, dan pengangkutan menjadi sulit dilakukan. Selain itu barang yang dijadikan uang itu tidak memiliki daya tahan sehingga cepat hancur.
Keadaan ini membuat masyarakat berupaya mencari alat tukar yang memiliki sifat tahan lama, mudah disimpan, mudah dibawa, dan nilainya tetap. Maka masyarakat menggunakan emas dan perak untuk dijadikan sebagai uang. Hal inilah yang mendorong penciptaan uang logam pertama kali. Karena perkembangan zaman menyebabkan perdagangan juga mengalami perkembangan, maka menyebabkan penggunaan uang logam sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar. Di sisi lain, jumlah emas dan perak semakin langka oleh karena itu diciptakanlah uang kertas.
Kegiatan perdagangan dengan menggunakan uang kertas ini memiliki beberapa keuntungan yaitu biaya yang digunakan untuk membuat uang kertas lebih murah dibandingkan uang logam, uang kertas lebih ringan dibawa-bawa dan mudah disimpan.
B. Pengertian Uang
Uang merupakan benda atau barang yang disepakati dan mempunyai sifat-sifat tertentu sebagai alat pembayaran atau berfungsi untuk mempermudah tukar-menukar. Syarat-syarat suatu barang agar dapat diakui dan diterima sebagai uang diataranya barang tersebut harus diterima secara umum, nilai barang tersebut stabil (stability of value), jumlah barang tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan manusia, barang tersebut diharapkan mudah disimpan atau dibawa (portability), barang tersebut diharapkan tidak mudah rusak, barang tersebut mudah dibagi-bagi.
C. Fungsi Uang
Uang dalam peranannya memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai fungsi asli uang dan sebagai fungsi turunan. Sebagai fungsi asli uang merupakan alat ukur (medium of exchange) dan alat satuan hitung (unit account). Sedang sebagai fungsi turunan, uang merupakan alat pembayaran, penunjuk harga, ukuran standar hidup, alat penimbun kekayaan, alat menabung, alat pemindah kekayaan, pendorong kegiatan ekonomi, ukuran pembayaran hutang, alat pencipta kesempatan kerja.
D. Jenis-Jenis Uang
1.  Berdasarkan bahan pembuatannya
a.  Uang logam yaitu uang dalam bentuk koin dan biasanya terbuat dari logam perunggu, perak, dan emas.
b.  Uang kertas yaitu uang yang bahannya terbuat  dari kertas atau bahan lainnya yang memiliki kualitas tinggi.
2.  Berdasarkan nilainya
a.  Uang bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya.
b.  Uang tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada nilai nominalnya.
3.  Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya
a.  Uang kartal yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal dalam bentuk uang kertas dan uang logam.
b.  Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik setiap saat sesuai kebutuhan.
E. Bentuk Dari Uang Giral
1.  Cek adalah surat perintah dari seseorang yang memiliki rekening di bank agar bank membayarkan sejumlah uang kepada orang yang tertulis pada cek atau orang yang membawa cek.
2.  Giro adalah surat perintah dari seseorang yang mempunyai rekening giro pada sebuah bank, agar bank melakukan pembayaran dengan cara memindahkan sebagian atau seluruh nilai rekening gironya kepada rekening giro pihak lain.
3.  Perintah membayar adalah perintah dari orang yang memiliki rekening, kepada bank secara langsung untuk membayar kepada seseorang dengan uang tunai.
4.  Telegraphic transfer adalah perintah yang diberikan oleh orang yang memiliki rekening giro pada suatu bank, agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang pada rekening orang yang ditunjuk dengan cara mengirimkan telegram atau teleks pada bank cabang tempat orang yang akan dibayar bertempat tinggal.
F. Kelebihan dari Uang Giral (cek, giro)
1.  Keamanannya lebih terjamin.
2.  Buku cek atau giro mudah dibawa.
3.  Mendapat bunga atas saldo simpanannya.
G. Kelemahan dari Uang Giral (cek, giro)
1.  Memungkinkan tindak pemalsuan.
2.  Uang giral bukan sebagai alat pembayaran yang sah menurut UU maka pembayaran dengan uang giral sering ditolak.
3   Pembayaran dengan uang giral khususnya cek biasanya selalu dalam jumlah besar.
4.  Bila terlalu banyak uang giral yang beredar dapat memengaruhi terjadinya inflasi.
H. Nilai Uang
1.  Nilai intrinsik adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang tersebut.
2.  Nilai nominal adalah nilai yang tertulis pada mata uang bersangkutan.
3.  Nilai riil adalah nilai uang yang diukur dengan daya beli atau kemampuan uang tersebut untuk membeli berbagai barang dan jasa sesuai dengan harga yang berlaku.
Berdasarkan daya belinya uang dibedakan menjadi
a.  Nilai internal; Nilai internal adalah nilai mata uang yang ditentukan oleh jumlah barang dan jasa yang dapat dibeli dengan sejumlah uang tersebut.
b.  Nilai eksternal; Nilai eksternal adalah nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain atau disebut kurs valuta asing.
I.  Motif Memegang Uang
Menurut John Maynard Keynes dalam teorinya “Liquidity Preference”, dikemukakan ada tiga alasan orang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang, yaitu: motif untuk melakukan transaksi, motif untuk berjaga-jaga serta motif untuk berspekulasi.
J.  Kurs Mata Uang
Kurs mata uang adalah perbandingan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Kurs mata uang dibagi menjadi yaitu kurs beli (nilai tukar uang suatu negara terhadap nilai uang negara lain pada saat bank membeli uang asing), kurs jual (nilai tukar uang suatu negara terhadap nilai uang negara lain pada saat bank menjual uang asing). Apabila kita ingin menukar mata uang kita (rupiah) dengan mata uang asing, kita harus datang ke bursa valuta asing, misalnya bank atau money changer.

No comments: