11 June 2015

Perubahan Sosial Budaya

A. Pengertian Perubahan Sosial Budaya
1.  Perubahan sosial menurut Gillin dan Gillin, adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
2.  Perubahan sosial menurut Robert Morrison MacIver, adalah perubahan dalam bidang hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan dalam hubungan sosial tersebut.
3.  Perubahan sosial menurut Selo Soemardjan, adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Perubahan sosial yang dimaksud mencakup nilai-nilai dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Berdasar dari pengertian beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain. Sedang yang dimaksud dengan perubahan budaya adalah perubahan unsur-unsur kebudayaan karena perubahan pola pikir masyarakat sebagai pendukung kebudayaan.
Sedang pengertian dari perubahan sosial budaya menurut beberapa ahli yaitu
1.  Pengertian perubahan sosial budaya menurut Max Weber, adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur.
2.  Pengertian perubahan sosial budaya menurut W. Kornblum, adalah perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama.
B. Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya
1.  Perubahan sosial budaya berdasarkan lamanya proses perubahan
a.  Evolusi adalah perubahan sosial budaya yang memerlukan waktu lama. Ciri-ciri dari perubahan ini yaitu terjadi karena usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat; terjadi dengan sendirinya tanpa ada rencana atau kehendak tertentu. Contohnya, evolusi masyarakat tradisional ke masyarakat modern (maju).
b.  Revolusi adalah perubahan sosial budaya yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat. Contohnya revolusi industri di Inggris, reformasi di Indonesia. Syarat-syarat yang mendukung terbentuknya revolusi diantaranya: Harus ada keinginan untuk mengadakan perubahan; Adanya seorang pemimpin yang dianggap mampu memimpin masyarakat; Harus ada momentum untuk revolusi; Pemimpin yang mampu mewujudkan tujuan dari masyarakat.
2.  Perubahan sosial budaya berdasarkan pengaruhnya terhadap masyarakat
a.  Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung dan berarti bagi masyarakat. Misalnya, perubahan gaya rambut dan mode.
b.  Perubahan besar adalah perubahan yang membawa pengaruh besar pada masyarakat. Perubahan ini memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. Misalnya, industrialisasi di daerah agraris akan memengaruhi kehidupan masyarakatnya. Mulai dari hubungan kerja, sistem kepemilikan tanah, hubungan kekeluargaan, dan stratifikasi sosial.
3.  Perubahan sosial budaya berdasarkan yang direncanakan dan tidak direncanakan
a.  Perubahan sosial budaya yang direncanakan adalah perubahan yang diperkirakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki dan menjadi pelopor perubahan sosial budaya disebut agen perubahan (agent of change). Agen perubahan adalah seorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan. Agen perubahan memiliki peran menyiapkan, memimpin, mengawasi, dan mengendalikan perubahan yang terjadi. Contohnya, lahirnya berbagai peraturan untuk menata kehidupan bersama seperti Undang-Undang Anti Korupsi yang bertujuan menghilangkan budaya korupsi dalam masyarakat.
b.  Perubahan sosial budaya yang tidak direncanakan adalah perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat melahirkan akibat-akibat yang tidak diharapkan oleh masyarakat. Contohnya, munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.
C. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya
1.  Faktor intern (faktor yang berasal dari dalam masyarakat)
a.  Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk.
b.  Adanya penemuan-penemuan baru.
1.  Discovery adalah suatu penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa alat atau gagasan yang diciptakan oleh seorang individu/kelompok dalam masyarakat.
2.  Invention adalah discovery (penemuan) yang telah diakui, diterima, dan diterapkan oleh masyarakat.
3.  Inovasi adalah suatu penemuan baru apabila unsur atau alat baru yang ditemukan tersebut sudah menyebar ke bagian-bagian masyarakat dan dikenal serta dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
c.  Pertentangan (konflik) dalam masyarakat.
d.  Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat.
2.  Faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar masyarakat)
a.  Pengaruh perubahan lingkungan alam di sekitas masyarakat.
b.  Terjadinya peperangan antarnegara atau antardaerah.
c.  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
1.  Difusi kebudayaan, merupakan penyebaran unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain.
2.  Akulturasi kebudayaan, yaitu proses bertemunya dua kebudayaan atau lebih di mana kebudayaan asli masih tampak.
3.  Asimilasi kebudayaan, yaitu proses bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang bercampur menjadi satu.
D. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
1.  Faktor pendorong perubahan sosial budaya
Menurut Margono Slamet, faktor pendorong terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat diantaranya; Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada, karena itu menghendaki akan situasi yang lain; Adanya pengetahuan perbedaan antara apa yang ada dengan yang seharusnya bisa ada; Adanya tekanan-tekanan dari luar, seperti kompetisi dan adaptasi dengan pihak luar; Kebutuhan-kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan, seperti produktivitas.
Faktor pendorong perubahan sosial budaya menurut Prof. Sarjono Soekanto, diantaranya: Adanya kontak dengan kebudayaan lain yang lebih maju; Sistem pendidikan formal yang maju; Sikap menghargai karya orang lain dan kehendak untuk maju; Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang (deviation); Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat (open stratification); Masyarakat yang heterogen; Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu; Orientasi ke masa depan; Disorganisasi dalam masyarakat; Mudah menerima hal-hal yang baru; Adanya nilai-nilai bahwa manusia harus berusaha memperbaiki kehidupan tertentu.
2.  Faktor penghambat perubahan sosial budaya
Faktor penghambat perubahan sosial budaya menurut Prof. Sorjono Soekanto, diantaranya: Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain sehingga tidak mengetahui perubahan di luar masyarakat; Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terhambat; Sikap masyarakat yang sangat tradisional; Kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interest); Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan; Sikap tertutup dan berprasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing; Adat-istiadat yang masih kuat; Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis yang tidak sejalan dengan ideologi negara lain atau sistem nilai budaya; Nilai-nilai bahwa hidup ini pada hakekatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki.
E. Tipe-tipe Perilaku Masyarakat dalam Menyikapi Perubahan
Dalam kehidupan, masyarakat memiliki perilaku yang khas dan berbeda-beda. Pembedaan dari perilaku tersebut yaitu
1.  Masyarakat tradisional yaitu masyarakat yang masih terikat dengan tradisi nenek moyang dan lingkungan alam sekitarnya. Di mana ciri-ciri dari masyarakat tradisional diantaranya bersifat kebersamaan (gemeinschaft), perasaan lebih dominan daripada rasio, sesuatu yang berlaku dalam masyarakat berlangsung secara turun temurun atau dengan sendirinya, kebiasaan yang dilakukannya bersifat subjektif, pengendalian sosial berlaku budaya sindiran.
2.  Masyarakat modern yaitu masyarakat yang sudah mengalami banyak perubahan-perubahan karena pengaruh kebudayaan luar, sehingga tidak begitu terikat oleh tradisi dan lingkungan alam sekitar. Di mana ciri-ciri dari masyarakat modern diantaranya hubungan sosial lebih berdasarkan atas kepentingan pribadi, hubungan masyarakat lebih terbuka (geselschaft), masyarakat terdiri beberapa golongan, berlakunya hukum tertulis serta tidak terikat pada tradisi lama, tingkat pendidikan formal lebih tinggi dan merata, sistem ekonomi diserahkan pada sistem pasar.
F. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Perubahan Sosial Budaya
1.  Aksi protes dan demonstrasi; Aksi protes adalah suatu tuntunan individual atau kelompok yang dilakukan dengan lisan atau tulisan untuk memperjuangkan kepentingan objek tindakan. Sedangkan demonstrasi adalah suatu gerakan masal yang bersifat langsung dan terbuka yang dilakukan secara lisan maupun tulisan dalam memperjuangkan tindakan, kepentingan, atau tuntutan.
2.  Kenakalan remaja; Adalah perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja. Hal ini disebabkan karena adanya kekosongan jiwa para remaja akibat kurangnya perhatian orang tua dan minimnya pembinaan keagamaan.
3.  Kriminalitas; Adalah setiap pelanggaran norma hukum yang dapat diancam sanksi pidana. Tinggi rendahnya kriminalitas diukur dari tingkat kelayakan hidup masyarakatnya. Semakin tinggi kesenjangan sosial-ekonomi masyarakatnya, maka semakin tinggi tingkat kriminalitasnya (di Indonesia). Dan semakin tinggi kesejahteraan masyarakat maka semakin rendah pula kriminalitasnya (di Singapura).
4.  Pergolakan daerah; Adalah suatu gerakan sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan karena ketidakpuasan daerah terhadap berbagai kebijakan pusat. Dalam 10 tahun terakhir, bangsa Indonesia sangat dicekam oleh bayang-bayang disintegrasi bangsa, yang ingin memisahkan diri dengan NKRI seperti di Papua dan Ambon (Maluku) karena dominannya sentimen daerah di atas sentimen nasional.
G. Akibat Perubahan Sosial Budaya
1.  Akibat positif perubahan sosial budaya
a.  Terwujudnya reorganisasi atau reintegrasi.
b.  Terjadinya asimilasi.
c.  Terjadinya proses integrasi.
d.  Meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih
e.  Menimbulkan/membuka lapangan kerja baru.
f.  Meningkatkan kemajuan pembangunan di segala bidang.
g.  Revitalisasi yaitu menghidupkan kembali atau memberi kekuatan baru bagi perkembangan unsur-unsur sosial budaya yang ada.
h.  Terjadi proses modernisasi.
2.  Akibat negatif perubahan sosial budaya
a.  Disintegrasi
Disintegrasi adalah unsur-unsur yang berbeda tidak saling menyesuaikan sehingga masyarakat mengalami ketidakteraturan dalam kehidupan sosial. Disintegrasi dibedakan dalam tiga macam, yaitu disintegrasi perorangan, disintegrasi keluarga, disintegrasi masyarakat. Disintegrasi itu akan berdampak lahirnya chaos, yaitu sebuah tatanan sosial yang telah rusak, sebuah masyarakat yang telah kehilangan idealismenya, yang mengarah kepada kehancuran dan ketidakseimbangan dalam masyarakat.
Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial dapat terjadi dalam beberapa bentuk kejadian. Dan gejala-gejala dari disintegrasi yaitu:
1.  Anomie; Perubahan sosial dapat menyebabkan suatu keadaan di mana norma-norma atau nilai-nilai lama memudar, sedangkan norma-norma atau nilai-nilai baru yang akan menggantikannya belum terbentuk.
2.  Cultural lag; Terdapat kenyataan bahwa pertumbuhan kebudayaan tidak selalu sama cepatnya secara keseluruhan. Akan tetapi, ada bagian yang tumbuh cepat, sedang, dan ada yang tumbuh lamban. Inilah yang kemudian disebut dengan ketertinggalan budaya (Cultural lag).
3.  Mestizo Culture; Yaitu suatu proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan yang lain mempunyai warna dan sifat yang berbeda. Ciri dari perubahan sosial ini ialah sifat formalitas yang hanya dapat meniru bentuknya saja, tetapi tidak mengerti arti sesungguhnya. Misalnya: tren, gaya rambut, gaya hidup, mode, audisi berbagai bidang, dan sebagainya.
b.  Menurunnya rasa kesetiakawanan sosial dan gotong royong dalam interaksi sosial.
c.  Menimbulkan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas dan kenakalan remaja.
d.  Menimbulkan gerakan sosial untuk menolak perubahan.

No comments: